detikNews
Minggu 27 Januari 2019, 15:27 WIB

Azyumardi Azra soal Pembebasan Ba'asyir: Perlu Pernyataan Setia ke NKRI

Isal Mawardi - detikNews
Azyumardi Azra soal Pembebasan Baasyir: Perlu Pernyataan Setia ke NKRI Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra (Isal/detikcom)
Jakarta - Cendekiawan muslim Azyumardi Azra menyebut pernyataan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir setia kepada Pancasila dan NKRI sebagai syarat untuk bebas diperlukan. Pertimbangan kemanusiaan tidak boleh mengabaikan ketentuan yang berlaku, termasuk pernyataan untuk setia kepada NKRI.

"Saya kira aksi kemanusiaan harus kita pahami. Tapi bukan berarti mengabaikan ketentuan-ketentuan, termasuk ketentuan perlunya pernyataan tertulis kesetiaan kepada NKRI," kata Azyumardi di Gedung Bhayangkari, Jalan Senjaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).

Azyumardi lalu meminta pemerintah mengikuti undang-undang yang ada. Apalagi, menurutnya, jangan sampai menjelang pemilu ada tokoh terkait terorisme yang dibebaskan dengan tidak berdasarkan undang-undang yang berlaku.

"Bisa bermakna politis karena menjelang pemilu. Kalau dikaitkan dengan kepentingan politik, saya kira ini tidak akan menguntungkan juga sebetulnya," ujarnya.


Sebelumnya diberitakan, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menyebut terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir 'hardcore'. Suhardi mengatakan Ba'asyir tak mau mengikuti program deradikalisasi selama menjalani masa tahanan.

"(Ba'asyir) hardcore. Sama sekali mereka tidak mau ikut itu (deradikalisasi), karena kan bertentangan. Hardcore, sama sekali nggak mau," kata Suhardi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1).

Hal ini dikatakan Suhardi karena BNPT ikut terlibat dalam tim assessment terpidana terorisme. Tim assessment itu terdiri atas BNPT, Densus 88, Kejaksaan Agung, dan lembaga pemasyarakatan.


Tim assessment, lanjut Suhardi, memantau perkembangan terpidana terorisme secara berkala, khususnya ketika mereka akan dibebaskan bersyarat.

"Ada juga orang-orang yang hardcore itu tidak mau melaksanakan program deradikalisasi. Tapi tetap kita upaya untuk bisa tersentuh, supaya kita minimal bisa mereduksi mindset ideologi mereka. Kemudian untuk pembebasan bersyarat dan sebagainya atau evaluasi periodik, itu ada tim assessment. Kami bagian dari tim assessment itu," ujarnya.
(nvl/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com