201 Kasus DBD di Medan, 10 Tewas
Selasa, 13 Sep 2005 01:31 WIB
Medan - Kendati Pemerintah Kota Medan terus berupaya menanggulangi demam berdarah, namun jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di kota ini tetap tinggi. Sejak Agustus hingga pertengahan September ini, tercatat ada 201 kasus DBD dan 10 di antaranya meninggal dunia.Pada Senin (12/9/2005) sebanyak 56 orang, termasuk 11 anak-anak, masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Pirngadi, di Jalan HM Yamin Medan.Mereka ditempatkan pada sejumlah ruang dengan menggunakan kelambu untuk menghindari penyebaran virus melalui nyamuk.Sejauh ini, pasien masih terus berdatangan. Umumnya kondisi mereka sudah lumayan parah sebab kesalahan proses diagnosa pada awal-awalnya. Diduga hanya demam biasa."Saya menduga awalnya hanya demam biasa, ternyata terkena demam berdarah. Makanya langsung dibawa ke rumah sakit. Saya sudah tiga hari dirawat dan saat ini semakin membaik," kata Rita, salah seorang korban.Sebenarnya Pemerintah Kota Medan sudah melakukan upaya pemberantasan nyamuk melalui pengasapan (fogging)maupun pemberian abate. Namun kasus demam berdarah dengue tak juga berkurang. Sejak awal Agustus hingga pertengahan September 2005 ini di Medan tercatat ada 201 kasus DBD dan 10 di antaranya meninggal dunia.Kesepuluh korban yang meninggal dunia itu, Maria Nainggolan berusia 1,2 tahun, warga Jl Teratai Ujung, Tembung, kemudian M Ilham (4) beralamat di Jl Mangan 8 Gg Keluarga, Medan Deli, Tulopan (10) warga Jl Rakyat Gg Balam, Tembung, Yusniar (9), warga Komplek Sicanang, Belawan dan Aldo Sitepu (6) warga Jl Kelambir Gg Pribadi, Medan Helvetia.Berikutnya Syofian berusia 2,8 tahun, warga Jl Karya Gg Salak, Sei Agul, lalu Tia Amalia (5) warga Jl Kiwi, Perumnas Mandala, Ilmi Razak (1,3) warga Jl Pertempuran, Pulo Brayan, M Fahmi(.5) warga Jalan Becek Gg Buntu, Tembung dan terakhir Kartini Pasaribu (6).warga Jalan Pertiwi Gg Sastro, Medan.
(ddn/)











































