DPR Sesalkan Baku Tembak TNI-GAM
Selasa, 13 Sep 2005 00:52 WIB
Jakarta - Ketua DPR RI Agung Laksono menyesalkan masih terjadinya baku tembak antara RI dan GAM kemarin, seharusnya kedua belah pihak saling menahan diri. Karena kalau baku tembak terus terjadi, MoU kesepakatan damai menjadi tidak ada artinya."TNI dan GAM mesti mampu menahan diri, mestinya sudah tidak ada lagi clash kedua belah pihak. Buat apa sudah diteken MoU kalau masih terjadi baku tembak," kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/9/2005).Agar pelaksanaan MoU berjalan lancar, Agung minta Aceh Monitoring Mission (AMM) segera bertindak dan melakukan investigasi, karena sesuai dengan MoU GAM seharusnya tidak boleh membawa senjata."Kalau masih membawa senjata itu pelanggaran. Karenanya AMM hasur memberitahukan kepada GAM tidak boleh membawa senjata lagi," kata AgungAgung meminta AMM dan pimpinan GAM, pemerintah meningkatkan sosialisasi MoU agar MoU tidak gagal. Akibat ketidaktahuan pihak GAM yang ada di lapangan.Hal senada disampaikan Menkominfo Sofyan Djalil. Sofyan meminta AMM meneliti dan menginvestigasi penyebab baku tembak tersebut. Ia meminta agar persoalan ini tidak dibesar-besarkan.Menurut Sofyan terjadinya baku tembak karena disebabkan kesalahpahaman antara kedua belah pihak. GAM yang selama ini di hutan selalu terkejut ketika melihat TNI.Menurut Sofyan, baku tembak terjadi ketika TNI hendak pergi ke rumah salah satu kepala desa. Namun di jalan tiba-tiba berpapasan dengan anggota GAM. "Mungkin karena kaget, terjadi saling baku tembak," katanya.Sofyan menambahkan GAM melanggar MoU, karena sesuai perjanjian GAM tidak diperbolehkan membawa senjata. Namun Sofyan meminta persoalan dipahami secara proporsional sehingga tidak mengganggu proses perdamaian."Proses transisi damai tidak langsung stop 100 persen. Ini satu dari beberapa tembak menembak sebelum MoU," kata Sofyan di sela-sela rapat dengan Komisi I DPR.Kondisi di Aceh pasca penandatanganan MoU semakin membaik. Karenanya dia meminta setiap elemen masyarakat mendukung supaya terjadi perdamaian di bumi rencong sebagaimana yang diharapkan.
(ddn/)











































