Polda DIY Periksa Pangkalan Minyak Milik Karyawan Pertamina
Selasa, 13 Sep 2005 00:02 WIB
Yogyakarta - Agar tidak kecolongan atau terjadi penyelewengan distribusi bahan bakar minyak BBM) di wilayah Yogyakarta, Polda DIY memeriksa salah satu pangkalan minyak milik seorang karyawan Pertamina dan purnawirawan TNI. Namun dalam pemeriksaan itu, polisi belum menemukan adanya penyelewengan distribusi atau melakukan penimbunan BBM."Memang ada pangkalan minyak milik karyawan Pertamina yang kita periksa untuk mengetahui apakah terjadi penyalahgunaan wewenang atau tidak. Termasuk surat-surat izin yang dimiliki," kata Kapolda DIY, Brigjen Bambang Aris Sampoerna Djati kepada wartawan di Ringroad Utara Sleman, Senin (12/9/2005).Menurut Aries, pangkalan minyak milik karyawan Pertamina itu berada di Kabupaten Bantul. Namun dia tidak bersedia menyebutkan lokasi pasti dan nama pemilik pangkalan minyak tersebut. "Polisi hanya memeriksa sebagai karyawan Pertamina, apakah dalam memperoleh dan menjualan BBM itu menyalahgunakan wewenang atau tidak. Semua pemilik pangkalan minyak di wilayah DIY semua kita periksa," katanya.Untuk mengantisipasi saat BBM akan dinaikkan harganya oleh pemerintah kata Aris, polisi mulai saat ini secara khusus melakukan antisipasi kemungkinan adanya penimbunan yang dilakukan oleh oknum pemilik pangkalan. "Semua kita awasi, tidak hanya pemilik pangkalan minyak saja, tapi mobil tangki yang keluar masuk dari Depo Pertamina di Rewulu juga kita awasi. Jangan sampai terjadi penimbunan, pengoplosan maupun terjadi penyelewengan distribusi. Bila itu terjadi akan kita tindak," katanya.Berkaitan dengan perintah Kapolri untuk mengamankan distribusi BBM. Aris mengatakan pihaknya sudah menyurati Pertamina Unit IV Pemasaran Yogyakarta untukmemperoleh penjelasan mengenai distribusi BBM di DIY, pola distribusi dan lain-lain. Selain itu, polisi juga menanyakan jumlah SPBU yang ada di DIY, berapa jumlah pangkalan minyak, berapa alokasi untuk industri dan untuk konsumen umum, lokasi masing-masing dan serta pemilik mobil tangki. "Semua kita data dan diperiksa sehingga memudahkan untuk pengamanannya," katanya.
(ddn/)











































