detikNews
Jumat 25 Januari 2019, 18:26 WIB

BPN Prabowo: Tax Amnesty Memberikan Edukasi Buruk ke Masyarakat

Ahmad Bil Wahid - detikNews
BPN Prabowo: Tax Amnesty Memberikan Edukasi Buruk ke Masyarakat Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mewacanakan penerapan pajak rendah untuk menaikkan tax ratio 16 persen. Pajak yang rendah dinilai bisa membuat investasi di sektor riil meningkat.

"Ketika pajak rendah, otomatis bunga bank rendah. Ketika bunga bank rendah, maka investasi bukan dalam bentuk surat utang, tapi betul-betul di sektor riil karena yang memberikan pintu di situ," kata Wakil Ketua BPN Mardani Ali Sera dalam diskusi di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/1/2019).



Mardani juga mengritik kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak. Menurutnya, tax amnesty itu harus didahului dengan reformasi pajak.

"Jadi tax amnesty mungkin masih bisa dilakukan tapi sebagai tax reformation, dalam hal ini untuk memperluas basis wajib pajak. Jadi dia harus part of tax reformation. Bukan gali lubang tutup lubang," ujarnya.




Selain itu, Mardani menyebut tax amnesty memberikan edukasi buruk kepada masyarakat. Sebab, masyarakat yang mengemplang pajak tak akan takut walau mengabaikan kewajiban mereka.

"Jadi ini memberikan edukasi buruk, kita nunggak pajak nanti juga ada tax amnesty," ucapnya.



Saksikan juga video 'Penjelasan soal Tax Amnesty':

[Gambas:Video 20detik]


(abw/idn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com