detikNews
Jumat 25 Januari 2019, 12:30 WIB

Inas Hanura: Said Didu Manipulasi Berita soal Mobil Esemka

Tsarina Maharani - detikNews
Inas Hanura: Said Didu Manipulasi Berita soal Mobil Esemka Inas Nasrullah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Debat terkait mobil Esemka antara mantan sekretaris BUMN, Said Didu, dan Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah terus berlanjut. Inas kembali membalas pernyataan Said Didu.

"Terbukti bahwa pernyataan Said Didu tersebut bertentangan dengan fakta yang terjadi pada tahun 2012 tersebut. Artinya, bahwa pada tahun 2012, Said Didu sama sekali tidak pernah membaca dan mengikuti berita tentang mobil Esemka sehingga dapat kita simpulkan bahwa Said Didu hanya asal-asalan bicara soal mobil Esemka atau Said Didu memang sengaja memanipulasi berita tentang mobil Esemka," kata Inas kepada wartawan, Jumat (25/1/2019).

Said mengatakan sejak awal mengkritik rencana produksi mobil Esemka. Dia menjelaskan proyek mobil Esemka itu bohong karena Indonesia belum mempunyai teknologi untuk menghasilkan dua alat utama dalam mobil.


Menurut Said, mobil Esemka itu juga seolah-olah dianggap sudah siap diproduksi, padahal Indonesia belum mempunyai tempat untuk pembangunan industri mobil.

Inas mengaku heran atas pernyataan Said. Sebab, menurut dia, berbagai berita tentang mobil Esemka menyatakan para pelajar dari SMK Negeri 1 Solo itu hanya merakit mobil. Inas menyebut tak pernah ada klaim bahwa mobil Esemka diproduksi secara utuh.

"Pernyataan Said Didu tersebut menyiratkan bahwa Said Didu beranggapan bahwa siswa SMK Negeri 1 Solo memproduksi mobil secara utuh 100% dari mulai mesin sampai dengan bodi mobil," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR itu.

Inas Hanura: Said Didu Manipulasi Berita Soal Mobil EsemkaSaid Didu (Ari Saputra/detikcom)

"Padahal dalam tulisan saya sebelumnya maupun berita-berita di media pada tahun 2012 tentang mobil Esemka, dengan jelas menyatakan bahwa siswa SMKN 1 Solo hanya merakit mobil dan bukan membuat mobil Esemka," lanjut Inas.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ini pun lantas mempertanyakan soal siapa yang sebenarnya berbohong. Ia kembali mengungkit pemecatan Said dari jabatannya sebagai komisaris di PT Bukit Asam Tbk.

"Jadi, siapa yang berbohong? Jelas Said Didu yang berbohong demi melampiaskan amarah syahwatnya akibat dipecat dari Komisaris PT Bukit Asam Tbk," sebut Inas.


Seperti diketahui, Said Didu mengkritik proyek mobil Esemka yang digaungkan Jokowi sejak ia masih menjadi Wali Kota Solo. Menurut dia, Esemka merupakan proyek kebohongan karena Indonesia belum benar-benar bisa memproduksi mobil sendiri.

Inas membalas pernyataan Said. Menurutnya, Said Didu sakit hati kepada pemerintahan Jokowi karena dipecat sebagai Komisaris PT Bukit Asam Tbk. Tudingan Inas dibalas lagi oleh Said. Ia menyebut kritik soal mobil Esemka sudah ia lontarkan sejak dulu.

"Yang pertama, kalau menyatakan sakit hati itu pernyataan saya sudah bikin pada tahun 2012, bahwa proyek ini, mobil ini, tidak benar, 2012 itu. Karena saat itu semua orang ke sana. Saat itu saya sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Seluruh Indonesia. Dan saya sudah menyatakan mobil ini pasti tidak benar, bohong," kata Said saat dihubungi, Kamis (24/1).



Saksikan juga video 'Kenalan Sama Hatchback dan Digdaya Bikinan Esemka':

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed