Imelda Marcos Tak Rela Perhiasannya Dilelang Pemerintah
Senin, 12 Sep 2005 15:40 WIB
Jakarta - Mantan ibu negara Filipina Imelda Marcos tidak rela jika koleksi berliannya dilelang pemerintah negeri itu. Dia pun berjuang habis-habisan untuk membatalkan lelang tersebut.Janda mendiang mantan presiden Ferdinand Marcos itu akan meminta pengadilan untuk menghalangi pemerintah Filipina melelang perhiasan berharganya itu. Rencananya lelang itu akan dilakukan pada November mendatang. Berlian-berlian itu disita pemerintah Manila setelah kudeta tahun 1986 yang mengakhiri kekuasaan Marcos. "Pengacara-pengacara kami mengirimkan pemberitahuan kepada Christie's, Sotheby's dan semua rumah lelang internasional karena perhiasan ini tidak bisa dijual," ujar Imelda seperti diberitakan AFP, Senin (12/9/2005).Pemerintah Filipina menyatakan bahwa perhiasan itu dibeli dengan uang hasil korupsi semasa pemerintahan Marcos. Namun Imelda membantah keras tudingan itu. Perempuan berusia 76 tahun itu menegaskan bahwa seluruh perhiasan itu miliknya dan pemerintah tidak punya hak untuk mengambilnya."Bahkan sebagian perhiasan ini adalah warisan keluarga saya," tandas Imelda yang juga dikenal akan koleksi sepatunya yang sangat banyak. "Saya belum pernah terbukti melakukan korupsi," cetus janda mendiang Marcos itu.Menurut Imelda, penyitaan yang dilakukan pemerintah Manila belasan tahun lalu adalah ilegal. Pemerintahan Presiden Gloria Arroyo berharap agar lelang itu bisa digelar di Jenewa, Swiss, pada November 2005.Imelda saat ini juga tengah meningkatkan desakan terhadap pemerintahan Arroyo untuk mengizinkan pemakaman jasad suaminya di Pemakaman Pahlawan Nasional di ibukota Manila. Namun sejauh ini, pemerintah bersikeras menolaknya. Setelah meninggal pada 1989, jasad Marcos diawetkan dan disimpan dalam peti kaca berpendingin di rumah keluarga Marcos di Kota Batac, Filipina utara.
(ita/)











































