Pasca Kecelakaan di Medan
Mandala Tolak Bawa Durian
Senin, 12 Sep 2005 15:38 WIB
Medan - Kisah durian di pesawat Mandala Airlines memang belum habis. Ada yang menyebut, gara-gara buah berasa lezat sebanyak 2 ton inilah, pesawat overload dan jatuh. Yang menarik, kini Mandala Airlines menolak mengangkut durian dari Medan. Pesawat Mandala Airlines RJ-091 Medan-Jakarta jatuh di Jl. Jamin Ginting, Medan, pada Senin 5 September 2005 lalu. 145 Orang tewas akibat kecelakaan ini. Penyebab kecelakaan secara pasti belum diketahui, karena masih dalam penyelidikan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Banyak saksi mengaku melihat banyak durian di lokasi jatuhnya pesawat. Bahkan, saat pesawat terbakar, aroma durian langsung tercium di lokasi pesawat. Plh Dirut PT Mandala Airlines Asril Tanjung membantah pesawatnya mengangkut durian sebanyak 2 ton. Dia juga yakin tidak ada durian di pesawatnya. Tapi, informasi yang didapatkan detikcom, selama ini pesawat penumpang Mandala Airlines (bukan pesawat kargo) sering mengangkut durian dari Medan. Ini diakui salah seorang pegawai perusahaan kargo yang berkantor di Jl. Brigjen Katamso, Medan, PT Pandu Siwi Sentosa. Saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2005), salah seorang pegawai PT Pandu, Putri, mengaku biasanya perusahaannya mengirimkan kiriman durian dengan menggunakan pesawat Mandala Airlines, termasuk dalam paket besar. "Tapi, sekarang sudah tidak bisa lagi. Mandala Airlines tidak mau mengangkut durian lagi," kata Putri. Saat ditanya alasan Mandala yang menolak membawa durian, Putri mengaku tidak tahu pasti. Yang jelas, kata dia, Mandala tidak mau mengangkut durian setelah kecelakaan pesawat Mandala, Senin 5 September 2005 lalu. Selama ini, kata dia, banyak pengusaha durian yang mengirimkan durian ke Jakarta lewat PT Pandu. Dan selama ini, pengangkutan durian lewat pesawat tidak pernah bermasalah dan tidak dilarang. Selain PT Pandu, PT TIKI juga menerima pengiriman durian lewat pesawat. Dan selama ini, tidak ada larangan dari pengelola bandara. Namun, untuk saat ini, menurut salah seorang petugas TIKI, Sri, pengiriman durian sebaiknya tidak bersama kulitnya. "Durian itu sebaiknya dibuka, terus dikemas dalam wadah plastik semacam tupperware, kemudian diberi bubuk kopi, agar tidak bau. Tapi, saat di bandara, jangan ditulisi durian. Tulisi saja makanan," kata Sri menjelaskan trik yang selama ini terjadi. Saat hal ini dikonfirmasi, Kepala Humas PT Mandala Airlines Alexius Widjoyo Tjundo membantah perubahan sikap perusahannya yang menolak mengangkut durian. Saat ini, maskapainya masih tetap menerima pengangkutan durian. "Nggak juga, tetap boleh ngirim durian, asal tidak over load," kata Alexius saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2005).
(asy/)











































