DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 16:55 WIB

Giliran Dubes Uni Eropa Bertemu TKN Jokowi, Klarifikasi Sikap Politik

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin bertemu dengan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa. Dalam pertemuan itu, dubes-dubes Uni Eropa itu mengklarifikasi terkait sikap politik mereka dalam Pilpres 2019 di Indonesia.

Pertemuan digelar secara tertutup di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019). Hadir dalam pertemuan itu, Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir dan sejumlah anggota timses lain, seperti juru bicara TKN Meutya Hafid dan Tina Talisa. Sedangkan dari Uni Eropa, hadir Duta Besar Uni Eropa HE Vincent Guerend dan 20 dubes lainnya.

Erick mengatakan banyak isu yang dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya terkait sikap Uni Eropa dalam kontestasi politik di Indonesia.


Seperti diketahui, sebelumnya dubes negara-negara Uni Eropa lebih dulu bertemu dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu lantas menimbulkan anggapan bahwa Uni Eropa mendukung pasangan nomor urut 02.

"Saya rasa bagus ya karena ini juga mengklarifikasi bahwa dubes dari seluruh Uni Eropa mengklarifikasi itu tidak benar mereka memposisikan dirinya ke salah satu kandidat. Mereka klarifikasi, mereka harus netral karena harus menghormati daripada negara masing-masing," ujar Erick.

"Negara Eropa netral dan kita juga di sini tidak minta mendukung karena Indonesia bisa besar karena kita punya program yang baik, tentu punya partner-partner, bukan di... apa, 'oh orang-orang asing ini mendikte kita'. Bukan, kita mesti punya harga diri," imbuhnya.


Selain itu, dalam pertemuan tersebut, para dubes Uni Eropa juga memberikan masukan-masukan kepada TKN. Termasuk soal demokrasi.

"Bagaimana demokrasi Indonesia berjalan dengan baik, dengan ada keterbukaan pemilihan, setiap orang bisa voting, memilih, adanya acara debat secara terbuka. Nah nanti yang menentukan rakyatnya. Karena kenapa? Kita ini hidup berdasarkan tadi suatu harga mahal bahwa demokrasi ini berjalan di Indonesia. Reformasi sudah terjadi. Nah ini harus kita jaga," tutur Erick.

Sementara itu, jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid, mengungkapkan, dalam pertemuan itu, mereka juga membahas hubungan Indonesia dengan Uni Eropa yang selama ini berjalan baik. Terutama soal kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pemberantasan terorisme, dan deradikalisasi.

Giliran Dubes Uni Eropa Bertemu TKN Jokowi, Klarifikasi Sikap PolitikDubes Uni Eropa saat bertemu TKN Jokowi-Ma'ruf. (Dok. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin)

"Tentang politik identitas yang marak dan bagaimana kita coba melawannya dengan mengangkat isu keberagamaan, Bhinneka Tunggal Ika," sebut Meutya, yang juga anggota Komisi I DPR.

Meutya juga menyindir pihak lawan yang memberi kesan dubes Uni Eropa memberikan dukungan kepada mereka. Politikus Golkar itu mengatakan hal tersebut sebagai bentuk kegagalpahaman terhadap sistem.

"Dukungan capres RI itu ya sepatutnya oleh rakyat Indonesia. Bukan oleh negara lain atau organisasi internasional dan tidak urusan menyebut-nyebut negara lain dalam narasi pencapresan," tuturnya.

"Sebaiknya kita menghormati kedaulatan negara sendiri dalam sikap kita. Siapa pun mau menang, namun tetaplah dalam koridor yang benar," sambung Meutya.
(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed