Mahasiswa Palu Demo Menentang Kenaikan Harga BBM

Mahasiswa Palu Demo Menentang Kenaikan Harga BBM

- detikNews
Senin, 12 Sep 2005 14:55 WIB
Palu - Puluhan pemuda dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (12/9/2005) siang ini, menggelar long march di beberapa ruas jalan protocol. Mereka menentang rencana pemerintah mencabut 30 persen atau setara Rp 60 triliun subsidi bahan bakar minyak pada Oktober 2005 nanti sehingga harga BBM pun meroket. Mereka menyebut pemerintahan SBY-JK anti-perubahan dan anti-rakyat miskin.Sembari long march, mereka membagi-bagikan puluhan selebaran menentang pencabutan subsidi BBM, serta sejumlah kebijakan pemerintah dalam hal pengelolaan minyak dan gas bumi yang sesungguhnya menyengsarakan rakyat.Marten Sibarani, koordinator lapangan aksi massa itu, juga meminta SBY-JK untuk melarang ekspor minyak dan gas bumi agar pemenuhan kebutuhan dalam negeri tercukupi. Selain itu juga meminta pemerintah membatalkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 yang berdampak pada liberalisasi pengelolaan migas."SBY-JK telah menjual rakyat dan negara ini kepada pihak asing," kata Marten dalam orasinya.Yang menarik, massa memplesetkan akronim SBY-JK menjadi Sudah Banyak yang Jadi Korban. Mereka juga menuliskan plesetan itu di pamflet-pamflet.Aksi yang digelar sejak pukul 10.00 Wita hingga siang ini, sempat memacetkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Hasanuddin dan di Jalan Sam Ratulangi.Setelah menggelar long march, massa kemudian mendatangi kantor DPRD Sulteng. Di gedung dewan mereka menyatakan keprihatinannya pada antrean panjang warga yang ingin mendapatkan bahan bakar minyak untuk kebutuhan sehari-hari.Di DPRD, mereka sempat diterima oleh Komisi A, Komisi B dan Komisi C. Namun seperti biasanya, dewan menyatakan akan menampung aspirasi mereka dan mmeneruskan ke pemerintah. Setelah itu massa kemudian membubarkan diri. (nrl/)


Berita Terkait