DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 10:40 WIB

Komjen Arief: Walau Hanya 5 Bulan, Saya Jadi Tahu yang Terjadi di Bareskrim

Audrey Santoso - detikNews
Komjen Arief: Walau Hanya 5 Bulan, Saya Jadi Tahu yang Terjadi di Bareskrim Komjen Arief Sulistyanto (Dok. detikcom)
Jakarta - Komjen Arief Sulistyanto meninggalkan jabatan Kabareskrim Polri. Komjen Arief bersyukur sudah dipercaya sebagai Kabareskrim dan melakukan pembenahan.

"Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menjadi Kabareskrim. Walaupun hanya 5 bulan 5 hari, setidaknya saya tahu apa yang terjadi dan bagaimana membenahinya, terutama aspek leadership, manajemen penyidikan, dan terutama integritas para penyidik," kata Arief kepada wartawan di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

"Ibarat pengembara, saya hanya mampir sebentar menengok kondisi rumah lama saya. Saya sudah paham apa yang harus dilakukan dan sudah saya siapkan program pembenahannya," sambung Arief.

Arief saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Jabatan itu, menurut Arief, sangat menentukan kualitas seorang polisi.






"Saat ini saya harus bekerja dari hulu, membentuk sumber daya manusia Polri yang siap pakai. Untuk menanamkan dan menebarkan integritas personel Polri melalui program pendidikan yang bisa menghasilkan sosok anggota Polri yang berintegritas moral, profesional yang unggul dan kompetitif," jelas dia.

Menciptakan polisi-polisi yang berintegritas, lanjut Arief, bukan hal yang mudah. Namun perubahan, menurut Arief, perlu dilakukan sesegera mungkin.

"Integritas moral menjadi landasan utama sehingga perlu dibangun kultur pendidikan yang efektif sehingga bisa melahirkan sosok personil Polri yang reformis, berintegritas, dan profesional. Ini tidak mudah tetapi perubahan harus dilakukan agar Polri tidak tergerus oleh kemajuan jaman," imbuh dia.





Arief dikenal sebagai petinggi Polri yang memiliki integritas tinggi. Sebelum menjabat Kabareskrim, Arief menduduki jabatan Asisten Kapolri bidang SDM.

Di tangan Arief, proses rekrutmen SDM Polri mengalami pembenahan. Arief, yang saat itu berpangkat inspektur jenderal (irjen), memastikan penerimaan calon taruna dan taruni di Akademi Kepolisian (Akpol) dan calon siswa/i Sekolah Polisi Negara (SPN) bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pada awal memimpin Bareskrim hingga akhirnya dirotasi pun Arief diketahui sedang menggodok kembali mental reserse agar lebih profesional. Dia mewanti-wanti para reserse memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, yaitu dengan cara menangani kasus secara cepat, tepat, dan akurat yang melahirkan kepastian hukum.
(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed