DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 00:02 WIB

Penjelasan Lion Air soal Pemindahan Keluarga Korban Pesawat PK-LQP

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Penjelasan Lion Air soal Pemindahan Keluarga Korban Pesawat PK-LQP Pesawat Lion Air (Foto: dok. Lion Air)
Jakarta - Keluarga korban Lion Air PK-LQP melayangkan protes karena diminta keluar dari Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur. Manajemen Lion Air pun memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

"Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group menyampaikan informasi bahwa pusat layanan (posko) untuk penanganan JT-610 registrasi pesawat PK-LQP akan dipindahkan dari Ibis Hotel Cawang Jakarta Timur ke Ibis Hotel Slipi, Jakarta Barat, efektif mulai 24 Januari 2019," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Rabu (23/1/2019).


Danang mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai pemindahan posko kepada keluarga korban pada 16 Januari 2019. Perpindahan posko itu juga, sambung Danang, akan tetap memperhatikan pelayanan notaris dan konsultasi dokumen asuransi.

"Perpindahan posko tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan untuk pelayanan notaris dan konsultasi dokumen perlengkapan asuransi yang melayani ahli waris dari pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB," imbuhnya.

Dia juga menyampaikan Lion Air tetap akan memberikan fasilitas kepada keluarga korban penumpang Lion Air yang masih menunggu hasil identifikasi. Pendampingan terhadap pihak keluarga juga masih disediakan.

"Sebagai bentuk dukungan dan pelayanan, Lion Air menginformasikan bahwa tetap memberikan fasilitas akomodasi serta transportasi bagi ahli waris dari 64 penumpang yang masih menunggu hasil identifikasi dari pihak terkait (DVI) sesuai surat pemberitahuan tersebut," papar Danang.

Sebelumnya, keluarga korban Lion Air PK-LQP menyampaikan protes karena mengaku diminta keluar dari hotel. Keluarga korban merasa diusir secara paksa oleh Lion Air melalui manajemen hotel.

"Dari pagi dari pihak hotel sudah telepon-telepon ke kamar. Terus kami ketika pulang dari restoran pulang sarapan ke atas, kamar sudah terkunci. Terus kami minta ini di-charge ulang, resepsionisnya bilang, 'Ibu hari ini harus check out. Dan ini diperpanjang sampai Zuhur di-charge lagi supaya Ibu bisa masuk ke kamar dan ambil barang-barang," kata salah satu keluarga korban Neuis Marfuah di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/1/2019) siang.

Menurut Neuis, tidak ada komunikasi sebelumnya dengan pihak Lion Air, baik secara lisan maupun tulisan. Di hotel ini masih ada sekitar 44 kamar yang ditempati pihak keluarga.

Menurut Neuis, ibu korban yang belum ditemukan bernama Vivian (23), pada saat tim DVI Polri mengumumkan identifikasi terakhir jenazah korban, pihak Lion Air sudah bermaksud memindahkan posko keluarga korban dari Hotel Ibis Cawang ke kantor Lion Air di Gajah Mada, Jakarta Pusat. Namun menurutnya, keluarga korban saat itu menolak permintaan tersebut.

"Kalau kami harus pindah, tentukan dulu tempatnya. Kalau kami harus check out dari sini, ya artinya pindah, berarti hari ini juga kami harus check in, dong. Atau kalau kami harus pulang, selesaikan hak-hak kami, kami pulang kalau hak-hak kami tertunaikan, itu saja. Nggak ribet-ribet, kami menuntut hak, mereka menunaikan tanggung jawabnya kepada kami," ujarnya.
(knv/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed