Pendarahan Otak, Aiptu Wawan Dirawat di Kamar VVIP RS Azra
Senin, 12 Sep 2005 13:44 WIB
Bogor -
Aiptu R Wawan Setiawan (52), yang diduga menjadi korban pemukulan bosnya, didiagnosa mengalami pendarahan otak. Kini dia dirawat di kamar VVIP RS Azra. Pemindahan Wawan dari RS PMI Bogor ke RS Azra atas suruhan bosnya itu.Wawan diberitakan menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan Kapolwil Bogor Kombes Pol Bambang Wasgito karena gagal mencari pelaku pemukulan anak Kapolwil bernama Tri Riyanto Andika Putra alias Riyan.Sayang, berbeda dengan sebelumnya, keluarga korban kali ini menolak menjelaskan kejadian yang menimpa Wawan yang menjabat sebagai Kanit Intelijen Keamanan Polsekta Bogor Utara ini.Saat ditemui detikcom di kamar VVIP Azalia Room RS Azra, Jl Raya Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Senin (12/9/2005), keluarga korban tampak sangat tegang dan berhati-hati dalam menyampaikan keterangan.Istri korban yang bernama Muryati (50) menyatakan tidak mau memberikan keterangan seputar kejadian yang menimpa suaminya."Saya takut salah ngomong," kata Muryati seraya mengelak ketika ditanya takut kepada siapa.Dia menjelaskan, suaminya saat ini kondisinya sudah lebih baik ketimbang saat masuk rumah sakit pada hari Minggu kemarin. Namun Wawan masih belum bisa bicara dan berkomentar."Bapak baru dirontgen, tapi belum ada hasilnya. Tapi berdasarkan hasil scanning kemarin, dokter jaga bilang bapak mengalami pendarahan di otaknya," tutur Muryati sedih.Sementara Wawan yang ditemui di kamar rawatnya pukul 13.00 WIB, tampak tertidur pulas, didampingi istri, anak, cucu, dan sejumlah kerabatnya.Kapolwil Suruh Pindah RSWawan sebelumnya dirawat di RS PMI Bogor. Namun atas permintaan petinggi kepolisian di wilayah Bogor, dia dipindahkan ke RS Azra."Bapak disuruh pindah sama Pak Kapolwil. Alasannya, kalau di sana kotor, kalau di sini dekat dari kantornya," kata Muryati dengan wajah yang terlihat lelah dan tegang.Lokasi RS Azra memang berada persis di depan Polsekta Bogor Utara, kantor Wawan.Muryati kemudian menuturkan, saat suaminya pulang pada Sabtu malam, wajahnya terlihat babak belur. Wawan mengeluh kesakitan dan mengaku mengalami luka bagian dalam. Wawan pun sempat muntah-muntah.Meski demikian, Wawan masih tetap bersikeras keluar rumah untuk bertugas. Saat itu Wawan menyatakan ingin mencari pelaku pemukulan terhadap seseorang (yang kemudian diketahui merupakan anak Kapolwil Bogor, yakni Riyan).Lalu pukul hari Minggu pagi pukul 06.00 WIB, Wawan pulang ke rumah. Tapi begitu sampai di rumah, Wawan langsung pingsan dan kontan dilarikan ke RS PMI Bogor.Namun Muryati menolak menjawab saat ditanya apakah suaminya merupakan korban pemukulan atasannya di kepolisian."Bapak belum sempat ngomong apa-apa. Saya juga sekarang tidak bisa ngomong apa-apa. Tapi nantinya hanya Allah yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah," katanya penuh harap.Hingga Minggu malam, lanjut Muryati, sejumlah orang yang disebutnya sebagai petinggi kepolisian datang menjenguk suaminya."Banyak sekali, dari Polda Jabar ada, Polwiltabes Bogor ada, dan ada juga yang dari Jakarta, pengawalnya banyak, katanya sih petingi-petinggi besar polisi," tutur Muryati.Apa pesan-pesan tertentu dari para petinggi kepolisian? "Saya tidak bisa jawab," elak Muryati dengan suara lemah, nyaris tak terdengar.
(sss/)










































