Singapura Peringati 60 Tahun Menyerahnya Pasukan Jepang
Senin, 12 Sep 2005 13:03 WIB
Jakarta - Bangsa Singapura memperingati 60 tahun menyerahnya Jepang secara resmi di negara itu saat Perang Dunia II. Penyerahan itu menandai berakhirnya lembaran paling gelap dalam sejarah Singapura."Seremoni peringatan ini untuk mengenang pengorbanan dan penderitaan banyak orang selama tahun-tahun kegelapan Perang Dunia II," ujar Menteri Informasi Singapura Lee Boon Yang dalam sebuah pidato di Pemakaman Perang Kranji, dekat perbatasan Malaysia."Bagi mereka yang hidup melewati perang itu, luka-luka makan waktu lama untuk sembuh dan memori itu tidak akan terlupakan," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (12/9/2005).Acara peringatan ini dihadiri Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Singapura Takaaki Kojima beserta sekitar 800 tamu, termasuk Menteri Negara Angkatan Bersenjata Inggris Adam Ingram dan para mantan tahanan perang yang duduk di kursi roda.Menurut pakar-pakar sejarah, sekitar 50 ribu pria etnis Cina berusia antara 18 dan 50 tahun dibunuh di Singapura setelah kemenangan Jepang atas pasukan pimpinan Inggris yang berusaha mempertahankan pulau itu.Pemerintah Jepang menyerah kepada pasukan sekutu pada 15 Agustus 1945 setelah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki hancur akibat bom atom AS. Selanjutnya pasukan Jepang yang berada di Singapura juga menyerah kepada sekutu pada 12 September 1945.
(ita/)











































