Setelah Dikafani, Jenazah Rini Dina Sempat Dibungkus Plastik
Senin, 12 Sep 2005 13:06 WIB
Semarang - Untuk menghindari hal-hal terburuk, jenazah Rini Dina (37) yang diduga meninggal karena virus flu burung dimakamkan ekstra hati-hati. Jenazah sempat dibungkus plastik hingga rangkap tiga dan petinya ditutup rapat.Juru kunci pemakaman TPU Cantung, Agus Suhartoko, kepada detikcom, Senin (12/9/2005) mengatakan, pada saat hendak dimakamkan Minggu (11/9/2005), jenazah dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat. Saat itu ia menyarankan agar peti dibuka sesuai ajaran agama Islam. Namun saat peti dibuka diketahui setelah dikafani jenazah dibungkus lagi dengan plastik rangkap tiga. Atas saran Agus, plastik kemudian dibuka dan jenazah dimasukkan ke liang lahat hanya dengan kain kafan seperti pemakaman pada umumnya.Dalam pemakaman itu, Agus mengungkapkan, tidak ada satu pun pejabat rumah sakit tempat Rini sebelum meninggal dirawat atau Dinas Kesehatan yang datang. Pemakaman hanya dihadiri anggota keluarga Rini Dina.Saat membantu pemakaman Rini, Agus mengaku belum tahu kalau Rini meninggal akibat terserang virus flu burung. Namun setelah tahu penyebab kematian Rini, Agus mengaku khawatir dengan kondisi kesehatannya. "Saya jadi nggak enak makan hari ini, Mas," katanya.Sementara itu, suami almarhumah Rini, Agus Mardeo, di kediamanannya Jalan Badan, Gang IV No.3 Semarang, membenarkan jenazah sempat dibungkus dengan plastik dan dimasukkan ke dalam peti. Namun, saat pemakaman plastik dan petinya dibuka. "Begitu selesai disalatkan di rumah, jenazah lalu dimakamkan secara normal," kata Agus.Agus tidak banyak bercerita, sebab saat ditanya lebih jauh seputar kematian istrinya, kerabat Agus langsung memintanya masuk ke dalam rumah. Alasannya, Agus perlu istirahat karena sudah empat hari tidak tidur.
(umi/)











































