Usai Penyerahan Senjata GAM
Panglima TNI Diganti Tahun 2006
Senin, 12 Sep 2005 12:44 WIB
Jakarta - Niat Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto pensiun secepatnya kembali kandas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memastikan pergantiannya baru akan dilakukan tahun 2006 nanti. Sebab pemerintah masih menunggu sampai tuntasnya proses penyerahan dan pemusnahan senjata GAM.Sesuai tenggat waktu yang sudah ditentukan, penyerahan dan pemusnahan senjata GAM baru akan berakhir 31 Desember 2005 mendatang. Kepastian waktu pergantian Panglima TNI ini tertuang dalam surat SBY yang ditujukan kepada Ketua DPR RI Agung Laksono."Surat ini sudah ditandatangani oleh Presiden beberapa saat sebelum meninggalkan Tanah Air. Karena kemarin libur, maka baru disampaikan pagi ini ke DPR," ungkap Mensesneg Yusril Ihza Mahendra kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (12/9/2005).Surat tersebut merupakan jawaban Presiden SBY atas pertanyaan Agung soal pergantian Endriartono yang akrab dipanggil Tarto itu. Diakui Yusril, Presiden SBY menyadari keinginan Tarto. Namun pemerintah memiliki pertimbangan utama yang tidak kalah pentingnya. "Kita masih ada agenda yang memerlukan kewaspadaan tinggi yaitu penyerahan dan pemusnahan senjata GAM," kata Yusril tanpa menyebut secara detil kapan pergantian itu akan dilaksanakan.Mengenai calon pengganti Tarto, Yusril mengatakan, calon pengganti Tarto sudah dinyatakan secara jelas dalam UU, yaitu ketiga kepala staf, dan mantan kepala staf yang masih merupakan perwira tinggi aktif.Berikut isi surat jawaban tersebut, Menjawab surat Saudara Ketua tertanggal 5 September 2005, dengan ini kami beritahukan bahwa dalam waktu dekat kami belum akan melakukan pergantian Panglima TNI. Kami berpendapat panglima sekarang ini Jenderal Endriartono Sutarto masih diperlukan tenaga dan pikirannya untuk menyelesaikan konflik di Aceh secara adil dan bermartabat. Terutama menugaskan penyerahan dan pemusnahan senjata GAM yang akan dilaksanakan mulai 15 September hingga 31 Desember 2005 sebagaimana tertera dalam nota kesepahaman pemerintah RI dengan GAM yang telah ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005 lalu.Sebagaimana Saudara Ketua maklum, kami telah melaksanakan pergantiaan seluruh Kepala Staf Angkatan pada 15 Februari yang lalu. Apabila nanti saatnya telah tiba untuk melakukan pergantian Panglima TNI, kami akan mengajukan calon Panglima TNI yang baru untuk memperoleh persetujuan dewan sesuai dengan mekanisme dan prosedur sebagaimana diatur dalam UU Nomor 32/2004 tentang TNI.
(umi/)











































