Presiden SBY Pimpin Rapat Kabinet dari Saint Louis, AS
Senin, 12 Sep 2005 10:55 WIB
Saint Louis - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) benar-benar memanfaatkan teknologi selama berkunjung ke AS. Sebagai contoh, Presiden tetap bisa memimpin rapat kabinet saat berada di Saint Louis, AS. SBY memimpin rapat kabinet melalui video teleconference. Dalam rapat ini, SBY didampingi Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, termasuk para staf dan para pejabat lainnya yang ikut rombongan ke AS. Antara lain Gubernur Lemhannas Muladi, mantan Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-jakti, Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga, dan Ketua Kadin MS Hidayat. SBY melakukan video teleconference dengan Wakil Presiden M Jusuf Kalla yang didampingi sejumlah menteri. Kalla dan sejumlah menteri sedang berada di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Sidang kabinet dimulai sekitar pukul 22.00 waktu setempat, Minggu (11/9/2005) atau pukul 10.00 WIB, Senin (12/9/2005). SBY melakukan video teleconference dari ruang the Amphitheater Hotel Ritz Carlton Saint Louis, Missouri, AS. Sebelum rapat dimulai, Presiden SBY sempat berbasa-basi dengan Wapres Kalla dengan bahasa yang agak humoris. "Pak Kalla di sini jam 22.00, dan di Jakarta jam 10 pagi. Kalau mata saya merah, ini bukan saya sedang marah, tapi jetlag," kata SBY. Meski rapat dengan teleconference, SBY tetap mengenakan pakaian resmi, berjas hitam dan baju putih. Para wartawan yang sempat mengikuti di awal telencoference akhirnya keluar ruangan saat rapat mulai dibuka. Rapat berlangsung tertutup. Saat bertemu para wartawan sebelumnya, SBY memang sudah meminta maaf, karena wartawan tidak boleh mengikuti rapat video teleconference itu. Karena itu, begitu rapat dimulai, para wartawan pun langsung keluar ruangan. SBY Tidak Perlu Limpahkan Tugas ke Wapres Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng, menyatakan, di saat berkunjung ke luar negeri, saat ini tidak perlu Presiden melimpahkan tugasnya kepada Wakil Presiden. Pelimpahan tugas Presiden ke Wapres memang dilakukan oleh para Presiden sebelumnya. Tapi, karena saat ini ada teknologi telencoference, maka pelimpahan tugas itu tidak perlu lagi. "Tapi, sekarang karena ada perkembangan teknologi, maka tidak perlu ada pelimpahan, karena Presiden di dalam negeri atau di luar negeri tetap bisa menjalankan tugas antara lain melalui video telencoference," ungkap dia. Dengan cara ini, kata Andi, meski Presiden SBY berada di AS, tetap bisa menjalankan tugas negara sebagaimana lazimnya. "Presiden tetap bisa memberikan pengarahan, meminta laporan atau pengambilan keputusan," ungkap dia.
(asy/)











































