DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 22:18 WIB

Sandiaga Tanggapi Bantahan Polisi soal Kriminalisasi Nelayan Najib

Indra Komara - detikNews
Sandiaga Tanggapi Bantahan Polisi soal Kriminalisasi Nelayan Najib Sandiaga Uno menjelang debat capres 2019 (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno menjelaskan soal kriminalisasi nelayan Najib yang sudah dibantah pihak kepolisian. Sandiaga mengatakan apa yang disampaikan merupakan cerita langsung dari warga.

"Itu suara rakyat yang disampaikan kepada saya waktu saya lagi kunjungan ke Cilamaya," kata Sandi di Desa Pidangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, Selasa (22/1/2019).


Sandiaga mengatakan seharusnya suara rakyat seperti yang diutarakan Najib dibantu, bukan dibantah. Menurutnya, bantahan bisa menimbulkan tudingan.

"Kalau kita saling bantah, akhirnya rakyat tidak kita beri pelayanan yang baik, justru tuding-menuding. Jangan lupa, satu tudingan itu selalu akhirnya memposisikan rakyat yang tertindas. Itu harus kita bela," ujarnya.

Mantan Wagub DKI itu mengatakan akan mengangkat suara rakyat. Dengan begitu, kata Sandi, rakyat bisa merasakan keadilan dari pemerintah.

"Kami mau mengangkat suara rakyat tersebut. Bukannya dibantah, tapi dibantu. Alangkah baiknya kalau sudah dibantu dan sudah ditangani. Dengan begitu, rasa keadilan bisa kita rasakan," kata Sandi.


Soal Najib, Advokat Senopati 08, kelompok pengacara pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mengakui menyembunyikan nelayan tersebut. Langkah tersebut dilakukan lantaran Najib sedang ketakutan karena dicari aparat.

"Najib ada sama kami di suatu tempat rahasia. Kami bermaksud menenangkan Najib karena saat ini dia ketakutan," kata Zaenal Abidin, kuasa hukum Najib dari Advokat Senopati 08, saat dihubungi detikcom, Senin (21/1).
(idn/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed