Antisipasi Flu Burung, Seluruh Petugas Medis RS Bintaro Divaksin
Senin, 12 Sep 2005 10:00 WIB
Jakarta - Gara-gara seorang pasiennya bernama Rini Dina meninggal dunia diduga akibat flu burung, semua petugas medis RS Internasional (RSI) Bintaro diberi vaksin untuk mengantisipasi penularan virus mematikan itu."Kami tidak melakukan karantina, tapi kami tetap melakukan pencegahan, yaitu seluruh petugas kesehatan kami diberi suatu vaksin antivirus dari Depkes," kata Manajer Marketing RS Bintaro Drg Nailufar dalam jumpa pers di RSI Bintaro, Jl MH Thamrin, Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (12/9/2005).Nailufar menceritakan, RSI Bintaro telah mencurigai Rini Dina mengidap flu burung sejak hari pertama dirawat berdasarkan diagnosa terhadap pasien berumur 37 tahun itu.Dari hasil pemeriksaan lab, hasil rontgen foto dan gejala klinis pasien, menunjukkan gejala-gejala adanya virus flu burung."Sejak hari pertama kami mencurigai pasien menderita flu burung, kami langsung berkoordinasi dengan Litbang Depkes dan pada hari itu petugas Depkes langsung datang mengambil sampel dari pasien," urai Nailufar.Rini Dina masuk RSI Bintaro pada Selasa (6/9/2005) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat datang, korban didiagnosa menderita gagal nafas, kesadaran turun dan shock berat.Setelah dirontgen, pegawai swasta biro jasa pengurusan paspor itu diketahui menderita pneumonia atau peradangan paru-paru yang meluas."Hasil diagnosa menunjukkan gejala yang diderita disebabkan oleh virus dan kami mencurigai penyebabnya adalah virus flu burung. Pada hari kedua dan ketiga, kondisi pasien cukup baik. Pada hari keempat dan kelima, diketahui tidak ada kemajuan terhadap pasien, dan pasien meninggal Sabtu, 10 September, pukul 20.55 WIB," jelas Nailufar.RSI Bintaro langsung mengontak tim dari Depkes melaporkan temuan ini. Tim Depkes langsung mengambil sejumlah sampel antara lain sampel usapan hidung, tenggoran dan darah.Sampel itu sudah dikirimkan ke laboratorium WHO di Hongkong untuk memastikan apakah Rini benar-benar meninggal akibat flu burung atau tidak."Penyebab pastinya kami belum tahu. Kecurigaan kami berdasarkan adanya pengalaman kasus flu burung sebelumnya," ujar Nailufar.Saat dirawat di RS, Rini diisolasi dari pasien lainnya. Seluruh petugas medis yang berkontak langsung dengan Rini maupun yang merawatnya, menggunakan masker dan sarung tangan.Nailufar juga menyebutkan, jenazah pasien langsung dibawa keluarganya pada hari Minggu (11/9/2005), pukul 05.00 WIB ke Semarang dengan menggunakan peti mati."Yang kami ketahui tentang latar belakang pasien, pasien tidak punya riwayat ke luar negeri dan tidak ada riwayat kontak dengan unggas," tegas Nailufar.Sementara, beberapa pengunjung rumah sakit itu mengaku khawatir atas adanya dugaan flu burung tersebut. Seorang pria yang sedang menunggui istrinya dirawat di RS itu berharap penyakit itu bisa ditangani. "Kami soalnya juga khawatir," kata pria yang enggan disebut namanya itu.Menurut rencana, Menkes Siti Fadillah Supari akan menggelar jumpa pers pukul 11.00 WIB untuk menjelaskan kasus flu burung ini.
(nrl/)











































