Erick Thohir Sambangi KSP, Minta Jadwal Jokowi Agar Tak Bentrok

Erick Thohir Sambangi KSP, Minta Jadwal Jokowi Agar Tak Bentrok

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 22 Jan 2019 19:35 WIB
Erick Thohir Sambangi KSP, Minta Jadwal Jokowi Agar Tak Bentrok
Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, mendatangi KSP untuk meminta jadwal Jokowi (Foto: Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyambangi Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Erick ingin berkoordinasi soal jadwal Jokowi sebagai Presiden RI dan capres agar tak bentrok.

"Koordinasi, kan kita harus meminta jadwal presiden. Maksudnya beliau Senin-Kamis sebagai Presiden, Jumat-Minggu sebagai capres," kata Erick di KSP, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).


Erick mengatakan, pengambilan jadwal kepresidenan Jokowi itu memang sangat diperlukan. Tujuannya agar kegiatan kampanye Jokowi sebagai capres tidak bentrok dengan kegiatan Jokowi sebagai Presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadang kita sudah susun agenda, beliau memutuskan sebagai Presiden, kan perlu konsolidasi. Jangan sampai nanti di lapangan menyalahi. Misalnya saja ada laporan ke Bawaslu ketika Presiden datang ke acara Alumni UI. Itu jelas Alumni UI di Senayan (Jokowi) datang sebagai capres. Dilaporin, bingung kan," jelasnya.


Dia juga menyinggung soal penyampaian visi Jokowi yang disiarkan beberapa stasiun TV, yang dinilai melanggar aturan. Padahal, kata Erick, hal itu tidak melanggar, karena tidak ada penyampaian janji-janji kampanye saat siaran itu.

"Terus ada laporan visi Presiden di TV, katanya nggak boleh padahal boleh loh. Yang nggak boleh itu ketika memaparkan visi misi sebagai capres. Nah kemarin pidato kebangsaan paslon 02 kan disiarkan beberapa TV, itu yang nggak boleh. Kalau visi presiden, apalagi dia tak bicara soal janji, lebih ke kinerja presiden kan boleh," katanya.


"Saya rasa ini yang harus disepakati dan dimengerti, beliau ini petahana, jangan sampai melenceng, beliau memakai fasilitas negara. Nggak gitu, namanya juga petahana," imbuhnya.

Dia pun menegaskan, kedatangannya ke KSP untuk berkoordinasi perihal agenda Jokowi tersebut. "Daripada salah, yang benar saja disalahkan, visi presiden disalahkan, pidato di alumni UI sebagai capres salah. Sebagai petahan diuntungkan wajar-wajar saja di seluruh negara, dan peraturannya membolehkan," imbuh Erick. (rjo/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads