SBY PImpin Pemerintahan Via Video Conference
Minggu, 11 Sep 2005 20:46 WIB
Jakarta - Jauh dari tanah air bukan menjadi penghalang untuk memimpin sebuah pemerintahan. Soalnya, dengan perkembangan teknologi saat ini hal itu sangat bisa dilakukan.Itu lah yang saat ini tengah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kendati berada di Amerika Serikat (AS) selama hampir sepekan, SBY akan tetap memimpin negara ini. "Selama di AS, Presiden akan terus mengendalikan roda pemerintahan dan secara rutin akan berkomunikasi serta memberi instruksi kepada wapres dan menteri-menteri melalui fasilitas digital video conference," kata juru bicara presiden Dino Patti Djalal dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Minggu (11/9/2005).Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (10/9/2005) lalu tepat pukul 23.15 WIB, rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertolak dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta menuju Amerika Serikat (AS). Direncanakan, Presiden akan tiba di AS pada 12 September 2005 dan kembali ke Tanah Air pada 19 September mendatang.Selain mengadakan kunjungan kerja, agenda utama Presiden di AS adalah menyampaikan pidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ke-60 di markas besar PBB, New York. Presiden tampaknya tidak akan menyia-nyiakan event utama dalam Sidang Umum PBB pada Jumat 16 September mendatang. Sebab, Presiden telah memiliki 'peluru' untuk mereformasi struktur keanggotaan Dewan Kemanan (DK) PBB. Peluru itu adalah tim Panel 45. Maka itu, anggota panel 45 merupakan rombongan khusus dalam rombongan Presiden kali ini. Mereka adalah Ali Alatas, Muladi, TB Silalahi, Dorojatun Kuntjoro Jakti, Nugroho Wisnumurti dan Sudrajat. Tidak hanya agenda utama yang dijadwalkan di atas, Presiden juga direncanakan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II Asean-PBB di New York. Sebelum tanggal 16 September, selama di New York, Presiden akan melakukan berbagai kegiatan kenegaraan lain. Kegiatan kenegaraan Presiden yakni menerima kunjungan para kepala negara sahabat dan kepala pemerintahan. Antara lain, Presiden Argentina Nistor Carlos Kirchner, Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Tidak lupa pula, Perdana Menteri Australia John Howard, serta Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende. Selain pertemuan bilateral, rencananya Presiden akan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice. Pertemuan khusus lain Presiden, yakni dengan Sekjen PBB Kofi Annan dan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz.Ketua Gerakan Non-Blok yang juga Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, juga akan bertemu dengan Presiden SBY di New York.Kegiatan Presiden lainnya yakni pertemuan dengan kalangan pengusaha dan investor Negeri Adidaya itu. Presiden juga akan menyaksikan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Bursa Efek Jakarta dengan New York Stock Exchange (Bursa Efek New York). Anggota rombongan Presiden, Ibu Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono ini, terdiri dari 98 orang belum termasuk awak pesawat. Anggota Menteri kabinet Indonesia Bersatu yang ikut antara lain yakni Menlu Hasan Wirajuda dan istri, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Turut pula anggota DPR dalam rombongan itu, antara lain dari Partai Golkar Theo L Sambuaga, dari PPP Lukman Hakim, dan dari Partai Demokrat EE Mangindaan. Ada pula Ketua Kadin MS Hidayat dan Ketua BKKBN Sumarjati Arjoso. Dari 98 anggota rombongan, 22 orang diantaranya berasal dari kalangan media. Sedangkan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya mengantar Presiden dari bandara. Ketika mengantar Presiden, Jusuf Kalla didampingi Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Alwi Shihab, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Kepala Bappenas Sri Mulyani, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Polisi Sutanto. Sedangkan, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie yang ikut mengantar Presiden, rencananya akan bergabung dengan Presiden di New York pada 14 September mendatang.
(mar/)











































