WN Inggris Penampar Staf Imigrasi Sakit, Sidang Vonis Ditunda

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 21 Jan 2019 14:49 WIB
Foto: Sidang vonis WN Inggris tampar staf Imigrasi ditunda (Dita-detik)
Denpasar - Warga Negara (WN) Inggris Auj-e Taqaddas mengaku sakit dan tidak menghadiri sidang hari ini. Sedianya Taqaddas hari ini menjalani sidang vonis kasus penamparan staf Imigrasi Bali.

Informasi itu disampaikan Jaksa I Nyoman Triarta di Pengadilan Negeri Denpasar, Jl PB Soedirman, Denpasar, Bali, Senin (21/1/2019). Triarta menyampaikan terdakwa mengalami flu dan sakit tenggorokan sehingga berhalangan hadir.



"Mohon izin Yang Mulia, terdakwa baru tadi jam 12.00 Wita dia menghubungi sedang sakit flu, tenggorokan, dan konstipasi. Jadi berhalangan hadir," ujar Triarta.

Majelis hakim pun memutuskan sidang vonis ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan vonis.

"Sidang ditunda minggu depan, Senin (28/1). Mudah-mudahan tidak berhalangan lagi. Sidang selesai, ditutup," ujar Ketua Majelis Hakim Esthar Oktavi sambil mengetuk palunya.

Sebelumnya Taqaddas menyatakan dirinya tak bersalah meski telah melakukan penamparan staf Imigrasi Bali. Taqaddas berpendapat hal itu dilakukannya sebagai akibat kinerja petugas yang tidak becus.

"Saya menyatakan diri saya tidak bersalah karena petugas Imigrasi tersebut tidak profesional dan tidak pantas dan dilakukan oleh hampir seluruh petugas lainnya. Jadi mereka ini sudah bertindak dengan tidak pantas dan mereka berlaku tidak seperti petugas imigrasi mereka mempermalukan saya, mengolok-olok saya, mengambil foto, video saya tanpa izin, mengetawai saya, dan mereka bertindak sangat buruk," kata Taqaddas, yang diterjemahkan Sandra, Rabu (16/1) lalu.



Jaksa pun menuntut WN Inggris itu selama satu tahun bui. Jaksa meyakini Taqaddas telah bersalah melakukan penamparan dan melanggar pasal 212 KUHP.

Dalam uraiannya, jaksa menyebut Taqaddas emosional dan melawan petugas yang sedang bertugas. Kemudian saat diperiksa di ruangan terkait kasus overstay-nya, Taqaddas malah berusaha merampas paspor miliknya dari tangan petugas.

"Meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Auj-e Taqaddas bersalah melakukan tindak pidana pengancaman sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 212 KUHP dalam surat dakwaan dan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa penjara selama 1 tahun penjara," kata JPU I Nyoman Triarta Kurniawan saat membacakan surat tuntutan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Senin (7/1). (ams/rvk)