Kalla ke Riau Jadi Saksi Pernikahan dan Temu Kader Golkar
Minggu, 11 Sep 2005 14:19 WIB
Riau - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini sedang menjalani kunjungan ke luar negeri untuk membawa agenda kenegaraan. Kunjungan berbeda dilakukan Wapres Jusuf Kalla di Pekanbaru Riau, yakni menjadi saksi pernikahan anak pengurus DPD Partai Golkar Riau, Herijal Muluk.Selain itu, perjalanan ini pun tidak di sia-siakan oleh Jusuf Kalla untuk melakukan kunjungan ke beberapa pengurus Partai Golkar di Provinsi Riau. Rombongan Wapres yang berjumlah sekitar sepuluh orang ini melakukan temu kader di Hotel Aryaduta, Jalan Diponegoro, Riau.Dalam acara temu kader itu, Ketua Umum Golkar ini memberikan pengarahan mengenai pelaksanaan pilkada di Riau, terutama menyoroti permasalahan yang menimpa Ketua I DPD Partai Golkar Riau, Soegiyanto yang mencalonkan diri sebagai calon Bupati Indragiri Hulu (Inhu).Di dalam sebauh perbincangannya kepada kader Golkar di Riau, Kalla meminta, supaya di waktu yang akan datang hendaknya Golkar harus benar-benar menyaring figur yang akan di calonkan."Artinya tidak sembarang diajukan kalau track record tidak bagus," ujar Kalla di Hotel Aryaduta Jalan Diponegoro Riau, Minggu (11/9/2005). Ia juga berpesan, pada waktu mendatang Partai Golkar diharapkan tidak hanya megejar kedudukan sebagai kepala daerah atau anggota dewan. Tapi lebih dari itu Partai Golkar harus mempunyai visi partai yang ikut berperan bersama pemerintah. "Hal ini jauh lebih penting untuk memakmurkan bangsa dan negara," kata Kalla.Seperti diketahui sebelumnya, Ketua I DPD Golkar Riau, Soegiyanto mencalonkan diri pada Pilkada Kabupaten Inhu, Riau. Namun Soegiyanto sendiri digugurkan oleh KPUD Inhu karena ketua I Golkar Riau itu mengantongi ijazah palsu setingkat sarjana muda dari Universitas Jayabaya Jakarta.Akibat dari kejadian tersebut menyebabkan tercorngnya nama baik partai Golakar yang dalam pemilihan anggota dewan berhasil memperoleh suara terbanya di Kabupaten Inhu ini. Saat ini Soegiyanto harus mendekam selama enam bulan di LP Pekanbaru sebagai hukuman yang dijatuhkan oleh Mahkamah Agung.Perebutan Bupati Inhu itu sendiri akhirnya dimenangkan oleh pasangan yang diusung dari partai Demokrat, Samsir Rahman-Mujthalib Thalit untuk periode 2005-2010.
(ahm/)











































