Acara digelar pada Minggu (20/1) dari pukul 13.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Deklarasi dan pembekalan itu dihadari 500 orang relawan.
"Deklarasi dan pembekalan terhadap Kordinator relawan tingkat kecamatan se Jawa timur yang dihadiri oleh 500 orang lebih dari 29 Kabupaten/ kota, walaupun sempat ada unjuk rasa oleh sekitar 20 orang yang menolak acara tersebut," kata Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif dalam keterangannya, Senin (21/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Slamet yang menjadi pembicara pada acara itu mengaku sangat prihatin dan menyesalkan adanya unjuk rasa itu. Sebab, surat pemberitahuan acara sudah dikirim dan diterima oleh Polres, Bawaslu, KPUD dan Polda Jawa timur.
"Acara tersebut sangat jelas tidak melanggar UU dan hukum yang ada di Indonesia, apalagi tujuan acara tersebut untuk memberikan pembekalan kepada relawan agar Pilpres dan Pileg bisa berjalan dengan jujur, adil, dan damai. Setiap warga negara secara konstitusi berhak untuk memberikan dukungan kepada paslon tertentu," ujarnya.
Aksi penolakan acara deklarasi dan pembekalan relawan 212 se-Jatim. Foto: (Istimewa) |
Selain Slamet, pembicara lainnya yang hadir yakni Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Maryam, Divisi Anti Kecurangan BPN, Eko Satrio Wisata dan Ustaz Bernard Abdul Jabar. Materi yang diberikan di antaranya jihad politik, perpolitikan nasional, antisipasi kecurangan pemilu dan solusinya, aplikasi relawan 212.
Simak Juga 'Tim Jokowi Ditantang Lapor Bawaslu Jika Masih Nyinyiri Reuni 212':












































Aksi penolakan acara deklarasi dan pembekalan relawan 212 se-Jatim. Foto: (Istimewa)