SBY Gagal Buka Lapangan Kerja, Investor Pilih Bursa dan BUMN
Minggu, 11 Sep 2005 12:44 WIB
Jakarta -
Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Yusuf Kalla dinilai gagal dalam membuka lapangan kerja baru. Investor yang datang lebih banyak memilih menanamkan investasinya di bursa saham atau membeli perusahaan BUMN yang diprivatisasi."Akibatnya buruh semakin tertindas. Sudah saatnya upah buruh dinaikan. Kami menuntut pemerintah SBY menaikan upah buruh," demikian diungkapkan Malik, koordinator aksi Fron Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) di Bundaran Hotel Indonesia,Jakarta, Minggu (11/9/2005).Sekitar 150 orang aktivis FNPBI siang ini melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah buruh. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster. Bunyi spanduk bertuliskan antara lain, "SBY-Kalla gagal sejahterakan buruh, "Tolak kenaikan harga BBM" dan lain-lain.Malik menyatakan kebijakan upah murah hingga saat ini merupakan kebijakan SBY-Kalla untuk menarik investor asing. Kenyataan bukan menambah lapangan pekerjaan, tetapi menghancurkan rakyat miskin.Investor asing lebih banyak menanamkan investasi di bursa saham yang tidak berpengaruh pada pembukaan lapangan kerja. "Kalau di sektor riil lebih banyak memberi perusahaan BUMN yang diprivatisasi," katanya.
(jon/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































