DetikNews
Jumat 18 Januari 2019, 23:14 WIB

Ma'ruf: Saya dan Jokowi Harus Menang, Kalau Tak Menang Innalillahi

M Guruh Nuary - detikNews
Maruf: Saya dan Jokowi Harus Menang, Kalau Tak Menang Innalillahi Foto: Guruh Nuary/detikcom
Jakarta - Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bertemu dengan Muda Mudi Indonesia dan Majelis Pecinta Ulama Kota Tangerang. Ma'ruf meminta doa dan dukungan agar menang pada Pilpres 2019.

"Malam ini saya alhamdulillah bisa bersilaturahmi untuk bersama-sama kita mengaji. Sebelumnya, saya ingin minta doa, minta dukungan, karena dikatakan tadi saya calon wakil presiden. Karena itu, saya minta doa, minta dukungan. Sebenarnya saya sudah merasa nyaman menjadi Rais Aam PBNU, menjadi Ketua Umum MUI. Tapi, karena Pak Jokowi mengajak saya menjadi wakil presiden, dan didorong oleh para ulama, akhirnya saya menerima ajakan itu untuk menjadi calon wakil presiden," kata Ma'ruf di gedung DPD KNPI Kota Tangerang, Jl Adamyati, Sukasari, Kota Tangerang, Jumat (18/1/2019).


Ma'ruf kemudian menjelaskan alasan menerima pinangan Joko Widodo untuk menjadi cawapres pada Pemilu 2019. Salah satunya adalah belum adanya orang Tangerang yang menduduki jabatan wakil presiden.

"Kenapa saya mau terima, karena saya ini kan orang Tangerang, selama ini orang Tangerang belum pernah ada yang jadi wakil presiden. Jadi saya menerima supaya menjadi contoh, kalau sekarang saya jadi wakil presiden, saya harap ke depan ada orang Tangerang lagi. Bukan hanya wakil presiden, tapi presiden, amin ya robbal alamin," tuturnya.

Ma'ruf: Saya dan Jokowi Harus Menang, Kalau Tak Menang InnalillahiFoto: Guruh Nuary/detikcom


Dia mengatakan dirinya dan Jokowi harus memenangi Pilpres 2019 agar tak ada orang yang kapok mengajak orang Tangerang menjadi pemimpin nasional. Dia juga ingin kemenangannya diperoleh dengan hasil mutlak.

"Oleh karena itu, saya mendampingi Pak Jokowi harus menang. Kalau sampai tidak menang, innalillahi wa innailaihi rojiun, masa wakil presidennya orang Tangerang kalah? Harus menang, dan menangnya tidak boleh sedikit, menangnya harus banyak, harus mutlak. Supaya nanti orang tidak kapok ngajak orang Tangerang, supaya nanti ngajak orang Tangerang lagi buat jadi pemimpin nasional," ujarnya.


Mantan Rais Aam PBNU ini mengatakan alasan lain menerima tawaran Jokowi adalah belum adanya kalangan ulama yang menjadi orang nomor 2 di Indonesia. Jokowi, disebut Ma'ruf, sangat memuliakan kiai dan santri.

"Berarti beliau itu mencintai kiai, mencintai santri. Untuk itu, tidak betul Pak Jokowi tak mencintai santri, itu hoax, itu hoax, itu bohong. Tidak boleh kita bohong, apalagi katanya Pak Jokowi itu PKI. Orang yang bikin isunya saja datang ke rumah saya, bilang, 'Pak Kiai, yang dulu bikin cerita Pak Jokowi PKI itu saya, sekarang saya tobat, saya minta ampun, nggak akan lagi-lagi'. Yang bikin saja sudah kapok, la ente nggak berhenti-berhenti. Yang bikin saja berhenti," tuturnya.

Selain itu, Ma'ruf ingin memberikan motivasi kepada para santri untuk mempunyai kepercayaan diri dan tak rendah diri. Menurut dia, santri itu bisa menjadi apa saja, bahkan menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.

"Sekarang ini yang lagi laku itu perempuan-perempuan, lagi laku banyak yang jadi bupati, muslimat-muslimat. Dan santri itu bisa jadi wakil presiden, buktinya saya, bisa jadi presiden juga, buktinya Gus Dur. Gus Dur santri, bukan? Santri. Bisa jadi presiden tidak? Ya bisa, alhamdulillah," imbuh Ma'ruf.
(knv/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed