Cuaca Buruk di Manado, Lion Air Beralih Landing di Palu
Sabtu, 10 Sep 2005 16:16 WIB
Palu -
Hujan lebat dan angin kencang membuat pesawat Lion Air batal mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut. Pesawat kemudian landing di Bandara Mutiara, Palu, Sulteng. Trauma tragedi Mandala Airlines yang masih menghantui sempat membuat penumpang panik.Pesawat Lion Air MD-90 dengan nomor penerbangan 778 dari Makassar dengan tujuan Manado ini mendarat di Palu sekitar pukul 15.05 Wita, Sabtu (10/9/2005).Dari keterangan sementara pihak Bandara Mutiara, pesawat berangkat dari Makassar pukul 13.00 Wita, dan seharusnya mendarat di Manado pukul 14.00 Wita.Namun sesampainya di langit Manado, cuaca buruk menyambut Lion Air dengan hujan lebat dan angin kencang.Pesawat sempat berputar hingga dua kali sekitar 15 menit di atas Bandara Sam Ratulangi, Manado, untuk menunggu cuaca membaik. Namun hujan lebat dan angin kencang tak kunjung mereda."Karena pertimbangan keamanan dan keselamatan penumpang, pilot mengambil inisiatif untuk mendarat di Palu," kata seorang petugas di Bandara Mutiara, Palu, yang tak bersedia disebutkan namanya.Pesawat tercatat ditumpangi 152 orang, 2 di antaranya bayi, kemudian 7 kru pesawat dengan Pilot Unggul Tumuputi. Pesawat berkapasitas penumpang 180 orang.Salah seorang penumpang bernama Grace menuturkan, awak kabin sempat mengumumkan bahwa pesawat tidak bisa mendarat di Manado dan berencana balik ke Makassar, tapi ternyata tidak ada space/I>. Pilot kemudian memilih mendarat di Bandara Mutiara, Palu."Tadi semua penumpang sempat panik karena pesawat berguncang. Di Manado memang sedang hujan lebat dan anginnya kencang. Mungkin pandangan pilot jadi terbatas," kata Grace.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































