detikNews
Jumat 18 Januari 2019, 01:00 WIB

BPN: Jokowi Minta Duit ke Adik Prabowo untuk Pilgub DKI

Mochamad Zhacky - detikNews
BPN: Jokowi Minta Duit ke Adik Prabowo untuk Pilgub DKI Foto: Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merespons pernyataan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang mengaku tak mengeluarkan uang saat mencalonkan diri di Pilgub DKI Jakarta. Timses mengungkap Jokowi pada saat itu meminta uang kepada adik kandung Prabowo, Hashim Djojohadikusumo.

Adalah anggota Direktorat Komunikasi dan Media BPN, Nicholay, yang menyebut Jokowi meminta uang kepada Hashim untuk Pilgub DKI. Nico, panggilan karib Nicholay, awalnya bercerita tentang perkenalan Jokowi dengan Hashim.

"Jadi begini, tahun 2008 Jokowi waktu itu dia mengundang saya ke Loji Gandrung (rumah jabatan Wali Kota Solo). Kemudian bicara-bicara. Terus dia minta supaya diperkenalkan dengan Pak Hashim," kata Nico di Media Center BPN, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2019).



Nico kemudian memperkenalkan Jokowi kepada Hashim. Pertemuan Jokowi dengan Hashim digelar juga di Loji Gandrung.

"Dalam pembicaraan, Jokowi memaparkan keberhasilan di Solo, memindahkan pasar tanpa Satpol PP secara manusiawi memakai tumpengan dan sebagainya," ujar Nico.

Menurut Nico, Hashim langsung tertarik. Dari penuturannya, Jokowi menyatakan ke Hashim bahwa dia ingin menjadi gubernur.

"Nah, Pak Hashim ini kan sosialismenya tinggi, sosialnya tinggi, akhirnya langsung tertarik. Setelah itu dia (Jokowi) menyatakan punya keinginan untuk menjadi gubernur. Waktu itu kami berpendapat, ketika dia punya masalah dengan Bibit Waluyo, Gubernur Jateng waktu itu, waktu itu Jokowi Wali Kota (Solo) yang kedua, maka kami ingin menjadikan Jokowi itu sebagai Gubernur Jateng," terang Nico.



Namun Jokowi meminta untuk bisa mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI. Singkat cerita, akhirnya Hashim membawa Jokowi ke Prabowo, kemudian Ketum Gerindra itu membawa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Keduanya lalu diusung oleh Gerindra dan PDIP.

Dalam prosesnya, Nico menyebut Jokowi menyatakan tidak punya apa-apa. Menurut Nico, tak ada juga satu pun pengusaha yang mau memberi modal pencalonan Jokowi.

"Ketika itu Jokowi menyatakan dia tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa. Dan memang tidak ada satu pun pengusaha mana pun, baik pengusaha pribumi maupun pengusaha nonpribumi, yang mau mendukung Jokowi, sehingga Pak Hashim mengambil alih semuanya itu," ucap Nico.

Cerita itulah yang pada akhirnya membuat Nico menyebut bohong pernyataan Jokowi bahwa tak ada biaya politik saat Pilgub DKI. Menurut Nico, Jokowi meminta uang kepada Hashim.

"Itu puluhan miliar sampai ratusan (miliar rupiah). Jadi dia katakan tanpa biaya politik itu bohong. Saya saksi hidupnya dan ada beberapa teman saksi hidup. Kita yang mengantar duit itu, pakai tas keresek, lo," tutut Nico.



Bahkan, sambung Nico, Jokowi kerap menemui Hashim di Jakarta. Jokowi, kata dia, selalu mengeluh ke Hashim.

"Dia sering datang, kantornya Pak Hashim kan di Mid Plaza 2. Ketika itu intens datang ke Pak Hashim. Dan selalu datang itu dengan pengeluhan-pengeluhan. Akhirnya dibantu oleh Pak Hashim," ujarnya.

"Dia yang minta. Karena waktu itu nggak ada biaya dia. Jadi kalau dia katakan tanpa biaya, bohong itu," tegas Nico.



Saat debat capres-cawapres perdana, Jokowi bercerita soal pencalonannya di Pilgub DKI 2012. Jokowi menyebut tak mengeluarkan duit.

"Saya saat pemilihan wali kota, anggaran kecil, waktu gubernur di DKI saya tidak gunakan uang sama sekali. Pak Prabowo juga tahu mengenai itu. Ketua partai tahu," ucap Jokowi di panggung debat, Hotel Bidakara, Jakarta.



Tonton video 'Jokowi-Prabowo Tak Saling Apresiasi di Akhir Debat?':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed