Jelang Pemilu 11 September, Jepang Perketat Keamanan
Sabtu, 10 Sep 2005 10:11 WIB
Jakarta - Menjelang pemilihan umum (pemilu) Jepang, pengamanan negara khususnya di ibukota Tokyo kian diperketat. Apalagi karena pemilu tersebut akan digelar pada 11 September besok, bertepatan dengan peringatan tragedi serangan teroris 11 September di Amerika Serikat (AS).Jepang memang patut waspada. Mengingat negeri Sakura itu adalah sekutu dekat AS, yang ikut mengirimkan pasukan ke Irak. Untuk itu menjelang pemilu ini, pemerintah Jepang menempatkan 13.600 perwira polisi setiap harinya di daerah-daerah ramai. Sekitar 8 ribu di antaranya khusus ditempatkan di Tokyo. Demikian disampaikan seorang juru bicara Kepolisian Metropolitan Tokyo, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/9/2005). Sebenarnya sejak serangan bom di Madrid, Spanyol dan pengiriman pasukan Jepang ke Irak, negeri Matahari Terbit itu telah meningkatkan keamanan. "Tapi untuk pemilu ini, kami lebih berupaya untuk memastikan keamanan publik. Para perwira polisi yang jumlahnya lebih dari biasanya telah dikerahkan ke stasiun-stasiun kereta, terminal bus dan daerah-daerah lain tempat orang berkumpul," tutur juru bicara yang enggan disebutkan namanya itu. Sebelumnya, investigator terorisme Perancis, Jean-Louis Bruguiere telah mengingatkan bahwa Jepang berisiko mengalami serangan kelompok-kelompok ekstrem. Terhadap peringatan ini, otoritas Jepang khususnya Badan Kepolisian Nasional telah meningkatkan keamanan. Namun ditekankan bahwa sejauh ini tidak ada informasi intelijen konkrit mengenai ancaman teror spesifik. Dalam pemilu yang akan digelar pada Minggu (11/9/2005) besok, Perdana Menteri (PM) Junichiro Koizumi diprediksi akan kembali meraih kemenangan.
(ita/)











































