Ketua DPR: Pejabat Penyelundup BBM Biadab & Memalukan
Jumat, 09 Sep 2005 22:38 WIB
Jakarta - Para pejabat yang menyelundupkan BBM merupakan tindakan biadab yang tidak saja merugikan negara namun juga tindakan yang memalukan. Untuk itu, aparat kepolisian harus segera menuntaskan kasus ini dan menghukum seberat mungkin pelakunya."Saya kira harus segera dibongkar secepat-cepatnya tanpa pandang bulu, apakah itu dilakukan oleh jajaran sipil, militer, kepolisian bahkan menteri. Kalau perlu dilakukan tindakan yang lebih tegas, tidak hanya dipecat" tegas Ketua DPR Agung Laksono kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2005).Agung meminta pada pihak Direksi Pertamina bertanggung jawab terhadap ulah anak buahnya. Politisi Golkar ini juga mendesak Direksi Pertamina segera mengaudit Pertamina karena menurutnya penyelundupan telah berlangsung lama."Direksi Pertamina tentu harus bertanggung jawab. Saya yakin itu tidak dilakukan bukan baru bulan kemarin tapi sudah cukup lama," jelas Agung. Penyelundup BBM ini, lanjut Agung, menggunakan fasilitas negara dan juga mencuri komoditas yang strategis yang selama ini disubsidi oleh keuangan negara. Padahal subsidi itu digunakan untuk membantu rakyat miskin. "Tapi justru mereka gunakan untuk memperkaya diri sendiri," tambah Agung.Menurut Agung, pemeriksaan kasus penyelundupan terhadap para pejabat Pertamina sangat tepat. Dia berharap kasus ini dapat dituntaskan oleh pihak kepolisian karena kalau kasus ini tuntas persoalan krisis BBM akibat penyelundupan akan teratasi. "Ini harus dituntaskan. Jangan ada yang melindungi, siapapun. Yang terlibat harus disikat sampai ke akar-akarnya" tegas Agung.
(atq/)











































