Amien: Sebelum Naik, Pertamina Harus Hitung Ongkos Produksi BBM

Amien: Sebelum Naik, Pertamina Harus Hitung Ongkos Produksi BBM

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 21:24 WIB
Jakarta - Sebelum pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak, Pertamina harus menghitung lebih dulu ongkos produksi minyak per barelnya. Namun sayang dan mengherankan sampai saat ini Pertamina tidak pernah bisa menghitung biaya produksi."Kalau Pertamina tidak bisa menghitung berapa ongkos produksinya, itu luar biasa aneh buat saya," kata mantan Ketua MPR RI Amien Rais menjawab pertanyaan wartawan seusai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) II DPW PAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Hotel Sahid Jl Babarsari Yogyakarta, Jumat (9/9/2005).Sebagai orang awam, Amien mengaku keheranan harga minyak nasional dibuat sama dengan harga di pasaran internasional. Sementara itu produksi nasional mencapai 80 persen dan 20 persennya adalah impor. Kalau betul Indonesia sudah mengimpor 20 persen minyak dari keseluruhan produksi nasional, mengapa produksi minyak nasional harganya harus sama dengan harga minyak di pasar internasional. "Kenapa tidak berpikir sederhana yaitu 80 persen harga produksi riil itu ditambah 20 persen harga riil pasar internasional kemudian dikombinasikan atau dibagi secara rata dan ketemu harga riil BBM kita," katanya.Menurut Amien, menaikkan harga BBM oleh pemerintah ibarat seperti makan buah simalakama. Kalau tidak dinaikkan pemerintah nombok sampai lebih dari 100 triliun. Itu yang mengatakan pemerintah. Namun kalau dinaikkan yang akan terkapar adalah rakyat kecil, sekalipun katanya nanti akan ada bantuan atau kompensasi bagi rakyat kecil yang terdata."Memang ini sebuah risiko tinggi, saya tidak bisa memberikan semacam masukan apakah dinaikan atau ditunda dulu, karena dua-duanya punya argumen yang sama kuatnya," katanya.Tapi Amien meragukan hal itu bisa sampai ke tangan rakyat kecil. Apalagi rakyat kecil dengan sumbangan yang terbatas itu lantas bisa menutup biaya hidupnya. Sementara itu sembako pasti naik, biaya pendidikan dan transportasi juga akan naik. "Kalau memang mau dinaikkan tentunya sudah disiapkan betul, jatuh harga yang enak. Namun bila harga yang diproduksi tetap seperti harga pasar pasti akan memberatkan masyarakat," ungkapnya. Amien mengatakan, kalau Pertamina sudah bisa transparan dan sudah bisa menghitung berapa ongkos produksinya maka akan diketahui kapan disubsidi dan kapan tidak. Tetapi sampai sekarang ini Pertamina tidak bisa menghitung ongkos produksi. "Itu luar bisa aneh buat saya. Jadi kalau Pertamina bisa menghitung dengan jelas berapa harga produksi per barelnya maka kita dapat berpikir keras untuk menaikkan BBM tapi bila tidak itu aneh sekali," demikian Amien. (atq/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini