Pasca 5 Hari Jatuh, Mandala Crisis Centre Sepi

Pasca 5 Hari Jatuh, Mandala Crisis Centre Sepi

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 20:52 WIB
Medan - Memasuki hari kelima pasca jatuhnya Mandala Airlines, keriuhan di Mandala Crisis Centre mulai berkurang. Tak terlihat lagi kerumunan orang yang mencari sanak saudara, atau pun peti mati yang siap diberangkatkan ke Jakarta. Saat ini hanya terlihat ada dua petugas yang tengah membereskan data-data, baik data korban yang selamat maupun data laporan penduduk tentang kerusakan rumah mereka karena terimbas jatuhnya Mandala pada Senin pagi (5/9/2005). "Sekarang sih sudah mulai sepi. Tapi ada juga satu dua orang yang datang melaporkan kerusakan rumahnya ataupun memastikan keluarganya tidak menjadi korban," kata Abdul Sangkot Hasibuan, petugas Mandala Crisis Centre di Bandara Polonia Medan, Jumat (9/9/2005). Dari Mandala Crisis Centre di Bandara Polonia Medan ini, ada 11 jenazah yang dikirimkan ke Jakarta. Jenazah yang terakhir kali dikirimkan ke Jakarta adalah jenazah Wawan Kurniawan (40) yang bekerja sebagai kontraktor PT Telkom di Medan. Jenazah itu dikirimkan pada Kamis (8/9/2005) sekitar pukul 12.15 Wib. Abdul Sangkot mengaku belum tahu kapan tiga kantor Crisis Centre Mandala akan ditutup. Hal itu, menurutnya, menunggu keputusan pimpinan Mandala. Seperti diketahui, selain 144 orang tewas, kecelakaan Mandala Airlines juga menghancurkan 16 rumah, 12 mobil dan 20 kendaraan lainnya. Pemerintah Kota Medan memastikan akan membangun kembali rumah warga yang rusak.Pemerintah Kota Medan tengah melakukan pendataan untuk menyalurkan ganti rugi. Pendataan diharapkan selesai dalam 3 hari ini dan akan diserahkan pada Mandala Airlines. Namun, banyak pihak yang menyatakan lambannya pemberian santunan atau ganti rugi terhadap korban. Bahkan saat ini, ada para korban yang rumahnya runtuh belum menerima sepeser pun ganti rugi dan harus tidur di tempat yang tidak layak. Dari pihak Mandala mengklaim hal ini disebabkan banyaknya warga yang mengaku mengalami kerugian dan butuh waktu untuk pendataan. (atq/)


Berita Terkait