Kemenhan Gelar Rapim, Bahas Proyeksi Pembangunan Pertahanan Negara

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 16 Jan 2019 17:18 WIB
Menhan Ryamizard di acara Rapim Kemenhan (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar rapat pimpinan (rapim) dengan membahas proyeksi pembangunan pertahanan negara tahun 2019. Di dalam rapat dibahas soal upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

"Rapim ini temanya adalah bersiap untuk melaksanakan, untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan negara dan keselamatan bangsa, jadi yang kita bicarakan tadi seputar itu semua," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di gedung AH Nasution, Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).


Dalam rapat hari kedua ini, tampak hadir sejumlah pimpinan dari Kemenkeu, Kemenko Polhukam, Kementerian BUMN, KemenPAN-RB, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Mendagri Tjahjo Kumolo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan para Kepala Staf TNI. Selain itu hadir pula Ketua BPK Moermahadi Soerja, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dan Jenderal TNI (Purn) Widhojo Soejono.

Ryamizard mengatakan dalam rapim dibahas tugas masing-masing matra TNI. Dirinya merasa perlu ada penyegaran kembali fungsi tugas mulai dari atas sampai ke bawah.

"Ya kita harus tahu tugas masing-masing, disegarkan kembali, sehingga kita mulai dari saya, Panglima TNI sampai ke bawah tahu siapa berbuat apa dan melakukan apa," ucap Ryamizard.


"Setelah itu dijabarkan Panglima TNI, dijabarkan kemudian masing kepala staf angkatan sampai detail, sehingga apa yang tersampaikan sama mengalir sampai ke bawah," imbuhnya.

Sementara Panglima TNI menjelaskan pada rapim kali ini juga dibahas soal ancaman keamanan bangsa. Dia mengatakan salah satunya fokus mengembangkan konsep pada ancaman terorisme dalam kota.

"Ancaman kita ada 2, yang pertama ancaman nyata dan ancaman belum nyata. Ancaman nyata kalau teroris itu bisa di mana saja, di hutan, di kota, di pelabuhan," tutur Hadi.


"Saya sampaikan agar mengembangkan konsep perang kota, taktik perang kota karena yang jelas karakteristiknya berbeda dan ada perlengkapan yang harus disiapkan," sambungnya. (jbr/jbr)