Polri Ogah Dibilang Melempem

Setahun Bom Kedubes Australia

Polri Ogah Dibilang Melempem

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 18:09 WIB
Jakarta - Ledakan bom di depan Kedubes Australia pada 9 September 2004 menelan korban 9 orang tewas. Sejumlah tersangka sudah divonis. Tapi masih banyak pelaku yang berkeliaran. Namun Polri menolak anggapan korpsnya melempem."Kalau dibilang melempem ya tidak. Kan masih banyak yang diungkap, termasuk kasus di Ambon, itu termasuk cepat diungkap," kilah Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Aryanto Boedihardjo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/9/2005).Polri, kata Aryanto, terus melakukan pengejaran terhadap pelaku pengeboman di depan Kedubes Australia maupun di tempat lainnya. "Pengejaran masih terus dilakukan. Soal hasilnya, saya belum tahu," ujarnya.Menurutnya, Polri mengalami kesulitan dalam melakukan pengejaran, karena begitu luasnya wilayah Indonesia dan secara geografis juga merupakan negara kepulauan.Selain itu, lanjutnya, para teroris juga memiliki agen yang bisa melihat gerak-gerik polisi. "Mereka mempunyai agen-agen yang bisa melihat gerakan polisi. Sedangkan kita belum tahu posisi secara luas siapa-siapa saja. Mungkin juga itu sudah berkembang dan bertambah lagi orang-orangnya," ucap Aryanto.Mengenai keberadaan buronan nomor satu Noordin M Top dan Dr Azahari, Aryanto mengakui ada kemungkinan wajah keduanya sudah berubah. "Mungkin kalau yang digambar polisi yang lalu, tentu sekarang mukanya sudah berubah lagi, karena kita memang belum dapat info terakhir," terangnya.Meski demikian, pihak kepolisian berjanji untuk terus mengejar ke mana pun kedua buronan itu berada. "Polri tetap melakukan upaya maksimal untuk mengejar mereka, tidak berhenti," tegasnya.Pihak Polri juga selalu melakukan antisipasi terhadap segala kemungkinan tindakan teror. Misalnya saja pada bulan-bulan sebelum bom terjadi, Kapolri sudah memberikan arahan kepada Kapolda, baik melalui teleconference maupun telegram. Patroli di tempat-tempat umum seperti perhotelan maupun di pertokoan juga ditingkatkan. (san/)


Berita Terkait