TGB Sebut Penuduh Jokowi Kriminalisasi Ulama Seperti Ashabul Kahfi Baru Bangun

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Jan 2019 12:43 WIB
Eks Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Eks Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), mempertanyakan pihak-pihak yang masih mengembuskan isu pada zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) terjadi kriminalisasi ulama, salah satunya terhadap Habib Rizieq Syihab. TGB heran isu kriminalisasi ulama tak muncul pada masa sebelum Jokowi jadi presiden, padahal Habib Rizieq malah sempat dipenjara.

"Di masa sebelum Pak Jokowi, Habib Rizieq tidak hanya ditersangkakan. Bahkan beliau diterdakwakan, diadili, dipenjara. Dan menghabiskan waktu hukuman di penjara sampai beliau bebas. Kenapa pada waktu itu tidak ada yang mengatakan dikriminalisasi ulama," kata TGB dalam video yang diunggah di YouTube lewat akun TV Media Online, seperti dilihat, Rabu (16/1/2019).

TGB mengatakan memang Rizieq pernah jadi tersangka. Namun Polri kemudian menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).


"Ada proses hukum lalu SP3. SP3 itu artinya tidak masuk pengadilan, apalagi masuk penjara. SP3 itu setop prosesnya," tuturnya.

Sementara itu, pada masa sebelumnya, Rizieq pernah dipenjara. TGB kembali bertanya soal objektivitas pihak yang mengembuskan isu kriminalisasi ulama. Dia bertanya apakah pihak tersebut seolah-olah baru terbangun dari tidur panjang seperti Ashabul Kahfi. Ashabul Kahfi ialah cerita di dalam Alquran soal tujuh pemuda yang tertidur ratusan tahun di dalam gua untuk bersembunyi guna mempertahankan keimanan dari kejaran pasukan kerajaan.

"Apakah masih tidur seperti Ashabul Kahfi dan baru sekarang bangun? Ini pertanyaan sederhana," ucapnya.


"Ke mana Anda dulu sewaktu beliau dipenjara? Kenapa Anda tidak mengatakan pemerintahan sebelum Pak Jokowi kriminalisasi ulama? Tidak ada yang bilang begitu. Padahal yang dialami dan diderita Habib Rizieq Syihab itu lebih berat dari sekarang," sambung alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini.

TGB menilai orang yang mengembuskan isu kriminalisasi merupakan orang yang tak suka kepada Jokowi dan ada kepentingan politik. TGB juga meluruskan soal pihak yang suka mengembuskan isu, di masa Jokowi, umat Islam serba ditekan dan dipersulit.

"Suara-suara yang menggunakan nama beliau untuk alasan terjadi kriminalisasi ulama, suara-suara itu semata ialah suara yang tidak suka kepada presiden. Karena tidak suka saja. Kalau memang betul ukurannya adalah apa yang menimpa beliau, justru beberapa tahun lalu lebih berat. Tapi dulu tak ada Pak Jokowi masalahnya dan tak ada kepentingan politik," tutur dia.


Dia mengajak publik melihat kenyataan. TGB juga mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang disebarkan lewat media sosial.

"Tidak ada hal yang menunjukkan dengan nyata bahwa ada kriminalisasi. Atau ada upaya untuk meminggirkan umat Islam. Ini saya sampaikan, Bapak-bapak, untuk mengajak kita semua berpikir. Apa yang kita baca di media sosial, itu sebagian besar adalah hoax, bohong. Apalagi yang ajaib-ajaib. Ada katanya surat suara sudah tercoblos, eh ternyata bohong. Satu per satu ketahuan bohong, bohong, bohong, bohong, bohong. Innalillahi wainna ilaihi rajiun," imbuhnya.



Saksikan juga video 'Counter TGB Tudingan Jokowi Tidak Pro-Islam':

[Gambas:Video 20detik]



TGB Sebut Penuduh Jokowi Kriminalisasi Ulama Seperti Ashabul Kahfi Baru Bangun


(jbr/fjp)