MA Mengeluh Lagi Soal Kurang Dana

MA Mengeluh Lagi Soal Kurang Dana

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 17:08 WIB
Jakarta - Ketua MA Bagir Manan lagi-lagi mengeluh soal kekurangan dana. RAPBN 2006 hanya menjatahkan Rp 1,4 triliun. Meski lebih besar dari tahun 2005 yang sebesar Rp 1,25 triliun, namun jatah itu dinilai jauh dari ideal. Sebab MA perlunya Rp 5,5 triliun."Dana itu sangat kurang. Ya pasti tidak cukup," kata Ketua MA Bagir Manan kepada wartawan usai salat Jumat di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (9/9/2005).Dijelaskan, dari total dana yang tercantum dalam RAPBN 2006, sebesar 80 persen akan digunakan untuk belanja pegawai, seperti gaji dan pengeluaran-pengeluaran rutin. Sehingga tinggal 20 persen saja sisanya yang bisa dipakai untuk pengembangan lembaga yang dipimpinnya.Bagir mengeluh sejak diberlakukannya sistem peradilan di bawah satu atap, jumlah anggaran yang diterimanya sangat minim. Padahal, jumlah pengadilan untuk tingkat pertama dan banding yang ada di bawah MA jumlahnya lebih dari 700 pengadilan. Ditambah lagi banyaknya peradilan umum yang rusak.Selain itu, banyak pengadilan agama yang fisik bangunannya belum memadai, juga adanya kabupaten dan kota baru serta provinsi baru yang membutuhkan pembangunan kantor-kantor pengadilan baru.Saat ini pun MA sedang berupaya meningkatkan SDM melalui pelatihan-pelatihan dan sedang dibangun pusat pendidikan dan latihan MA."Semua itu butuh uang. Jadi tidak cukup, karena itu dalam usulan MA, kita akan meminta Rp 5,5 triliun," kata dia.Angka yang diusulkan MA, lanjut Bagir, tidak berlebihan jika dibandingkan jumlah anggaran yag lain. "Itu belum berlebihan. Kita justru baru mulai," katanya. Untuk tahun anggaran 2005, MA mendapat jatah Rp 1,25 triliun. (umi/)


Berita Terkait