Mahathir Pecat Anwar Supaya Malaysia Tidak Punya PM Gay
Jumat, 09 Sep 2005 16:36 WIB
Jakarta -
Meski sudah lama berlalu, namun perseteruan antara mantan perdana menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim tidak juga berakhir. Mahathir bahkan dengan blak-blakan mengatakan bahwa dia terpaksa memecat wakilnya itu agar jangan sampai Malaysia memiliki pemimpin yang homoseksual.Mahathir bersikeras bahwa tindakannya memecat Anwar sebagai deputi PM adalah tepat. Dia juga ngotot bahwa Anwar bersalah karena kasus sodomi. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (9/9/2005).Selama ini Anwar selalu membantah tudingan tersebut. Menurut Anwar, dirinya hanyalah korban konspirasi untuk merusak namanya. Mahathir mengakui, beberapa media bahkan orang-orang gay, tidak menyukai dirinya karena tindakan memecat Anwar yang gay itu. "Tapi saya tidak bisa membiarkan orang seperti itu di kabinet saya, yang mungkin berhasil dan menjadi perdana menteri. Bayangkan punya perdana menteri gay. Tak seorang pun akan aman," cetus Mahathir.Anwar pernah dipenjara atas tuduhan sodomi dan korupsi pada tahun 1998. Anwar dan kelompok-kelompok HAM lokal menuding bahwa tuduhan itu direkayasa untuk mencegah Anwar maju menggantikan kekuasaan Mahathir.Anwar dibebaskan dari penjara pada September 2004 lalu setelah tuduhan sodomi dibatalkan. Namun karena tuduhan korupsi masih berlaku, dia dilarang terjun ke politik hingga tahun 2008.
(ita/)










































