Tunda Kunjungan ke Timur Tengah, SBY Hanya ke AS

Tunda Kunjungan ke Timur Tengah, SBY Hanya ke AS

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 16:37 WIB
Jakarta - Setelah mendapat kritik DPR, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunda rencana kunjungannya ke negara Timur Tengah. Namun Presiden tetap melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) selama seminggu, 11-18 September 2005. Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng menjelaskan penundaan kunjungan ke negara Timur Tengah terkait kondisi Indonesia yang sedang memburuk. Sampai kapan penundaan itu berlangsung, Andi tak bisa memastikan. "Presiden menunda kunjungan ke Timur Tengah karena masih banyak yang bisa dilakukan di dalam negeri, sepulang beliau dari AS. Sementara yang Sidang Umum PBB di New York penting untuk dihadiri," kata Andi dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (9/9/2005).Sebelumnya, Presiden merencanakan kunjungan ke luar negeri pada 10-24 September 2005. Selain AS, Presiden akan mengunjungi negara Timur Tengah antara lain Arab Saudi, Yordania, Palestina dan Qatar. Di AS, Presiden akan membacakan pidato di hadapan forum PBB pada 16 September 2005. Rencana kunjungan itu menuai kritik dari DPR. Anggota Komisi I FPDIP Effendi Simbolon meminta Presiden menunda keberangkatan karena kompleksnya masalah dalam negeri yang harus ditangani.Dalam jumpa pers dengan Andi, wartawan sempat menyinggung jumlah rombongan kerja Presiden ke AS yang dinilai sangat gemuk. Andi tidak bersedia menjawab pertanyaan tersebut secara langsung. Andi justru membacakan kembali Inpres nomor 11 tahun 2005 tentang perjalanan dinas pejabat ke luar negeri. Dia mengulang Inpres itu hanya berlaku bagi gubernur sampai menteri dan pejabat setingkat menteri.Inpres yang diteken SBY, 8 September antara lain menyebutkan rombongan kunjungan pejabat negara ke luar negeri harus seminimal mungkin dan hanya diikuti oleh orang-orang yang betul-betul berkompeten dengan tujuan kunjungan. (iy/)


Berita Terkait