"Siapa yang diinteli? Kasih dong datanya, dari kantor ini menurut perintah Bapak Presiden, dari kantor KSP, kami bisa melakukan itu asal kasih data yang akurat. Saya orangnya yang bisa melakukan itu," kata Ngabalin di kantornya, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).
Ngabalin melanjutkan, jika ada tudingan ketua partai dipantau intel, justru Joko Widodo menjadi sosok yang membina partai politik. Ngabalin juga mempertanyakan soal mantan presiden yang merasa diinteli itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ngabalin lalu menyindir pernyataan Prabowo yang berbicara tentang fungsi intelijen di tengah-tengah pidato kebangsaannya. "Mungkin Pak Prabowo dalam perjalanan yang panjang, ketiduran dalam mobil, jadi kaget, bangun langsung ngomong yang tidak benar," ucapnya.
Menurut Ngabalin, Jokowi dalam beberapa kali kesempatan mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan pelaksanaan pemilu serentak dengan damai dan penuh keceriaan. Pemerintah juga akan melawan pihak-pihak yang berupaya mendelegitimasi KPU.
"Karena itu, saya berkali-kali mengatakan, siapa saja yang berupaya melakukan upaya delegitimasi terhadap KPU sebagai penyelenggara pemilu yang damai, serentak, dan baik, dan menjatuhkan wibawa pemerintah, maka kami akan melakukan perlawanan itu. Percayalah, saya akan lakukan itu dengan kawan-kawan," imbuhnya.
Prabowo berbicara tentang fungsi intelijen di tengah-tengah pidato kebangsaannya sebagai bentuk pemaparan visi-misi. Dia mengingatkan bahwa tugas intelijen adalah memata-matai musuh negara.
Awalnya, Prabowo berbicara tentang syarat-syarat Indonesia menjadi negara yang kokoh. Salah satunya adalah lembaga yang kuat. Dia mengatakan perlu adanya hakim, jaksa, polisi, serta intelijen yang unggul dan jujur.
"Intelijen itu intelin musuh negara, jangan intelin mantan Presiden Republik Indonesia," kata Prabowo di JCC, Jakarta Selatan, Senin (14/1).
Simak juga video 'Ngabalin Nilai Pidato Prabowo Kebohongan Belaka':












































