DetikNews
Selasa 15 Januari 2019, 19:02 WIB

6 Fakta Djoko Santoso, Ketua BPN Prabowo

Niken Widya Yunita - detikNews
6 Fakta Djoko Santoso, Ketua BPN Prabowo Djoko Santoso (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Debat Capres 2019 Kedua
Jakarta -
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso, mengatakan Prabowo akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019. Siapa sebenarnya Djoko Santoso?
Nama Djoko menjadi perbincangan akibat pernyataan hebohnya tentang kemungkinan mundurnya Prabowo. Bahkan Sandiaga Uno ikut berbicara tentang kemungkinan Prabowo mundur dari gelanggang pilpres.
Sandiaga meminta publik mendengarkan pidato Prabowo pada Senin (14/1/2019) malam. Namun dalam pidato tersebut, Prabowo tidak menyebut-nyebut akan mundur dalam Pilpres 2019.
Berikut 6 fakta Djoko Santoso.
1. Akmil 1975
Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso masuk Akademi Militer dan lulus pada 1975. Ia mengikuti Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (Sussarcabif) pada tahun 1976, Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) tahun 1987, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1990, dan Lemhannas tahun 2005.
Dia juga melanjutkan S1 (sarjana Ilmu Politik) dan S2 (Manajemen Politik) di Universitas Terbuka, Jakarta.
2. Panglima TNI
Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, pada 8 September 1952 ini merupakan Panglima Tentara Nasional Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia menjabat Panglima TNI sejak 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010.

3. KSAD
Djoko Santoso pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007. Karier Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang. Ketika menjadi perwira tinggi, ia memulai kariernya dengan menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000), Pangdivif 2/Kostrad (2001).
Nama Djoko berkibar setelah menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002-2003, yang meredam konflik di Maluku. Jabatan berikutnya sebagai Panglima Kodam Jaya pada Maret 2003 hingga Oktober 2003.
4. Masuk Gerindra
Djoko melanjutkan kariernya dengan bergabung di Partai Gerindra pada 2015. Dia masuk struktur Dewan Pembina.

5. Menangkan Anies-Sandi
Djoko tercatat sebagai anggota tim sukses Anies-Sandi. Dia diberi tugas khusus mengawal Anies-Sandi di Jakarta Timur. Terbukti, Djoko memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI 2017.
6. Jadi Ketua BPN Prabowo-Sandiaga
Djoko Santoso kini menjadi Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Dia bahkan ditunjuk langsung oleh Prabowo.



(nwy/fjp)
FOKUS BERITA: Debat Capres 2019 Kedua
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed