Sebagian Warga New Orleans Menolak Disuruh Mengungsi
Jumat, 09 Sep 2005 16:06 WIB
Jakarta - Meski sudah diserukan untuk mengungsi, namun sebagian warga New Orleans, AS bersikeras untuk tetap tinggal di rumah mereka yang terendam banjir pasca-Katrina. Mereka merasa tidak perlu untuk meninggalkan kota yang porak-poranda akibat topan Katrina itu.Keluarga Gillete misalnya, mereka keukeuh untuk tetap tinggal di Ninth Ward, New Orleans, salah satu kawasan paling miskin di kota tersebut. Banjir besar yang merendam rumah mereka tak membuat keluarga itu gentar.Bahkan ketika polisi dan personel Angkatan Laut mendatangi rumah mereka untuk meminta mereka pergi, Hazzert Gillete (63) beserta istrinya, Rita dan putra mereka, menolak untuk pergi. Mereka bersikeras tidak akan meninggalkan rumah kayu mungil mereka, kecuali jika dipaksa.Diakui Rita, air banjir yang menyapu rumahnya memang sangat menyusahkan. Namun mereka sekeluarga kini mulai membersihkan rumah mereka. Dituturkannya, dirinya sudah terbiasa dengan bencana alam sewaktu masih tinggal di negara Belize."Warga Amerika terlalu banyak menikmati kesenangan hidup, jadi ketika kesusahan datang, mereka tidak kuat menanggungnya," ujar Rita sembari tersenyum.Menghadapi warga yang enggan pergi, aparat tidak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, menurut polisi, mereka tidak diperintahkan untuk menggunakan kekerasan dalam proses evakuasi ini.Meski begitu banyak pula warga yang akhirnya mau meninggalkan kota yang kondisinya kini dinyatakan berbahaya untuk didiami pasca-Katrina. Apalagi setelah tentara dan polisi mendatangi rumah-rumah warga untuk meminta mereka pergi.
(ita/)











































