Beberkan Kroco Penyelundup BBM, Widya Hujan Cibiran
Jumat, 09 Sep 2005 15:30 WIB
Jakarta - Siapa 18 pejabat Pertamina penyelundup BBM? Dirut Pertamina Widya Purnama pun membeberkannya. Mulai dari juru masak hingga pengawas jaga kapal. Hah! Widya pun hujan cibiran.Pejabatnya mana? Tagih wartawan dalam jumpa pers Widya usai 'diinterogasi' Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (9/9/2005)."Ini yang paling tinggi Sumardiono (pengawas jaga kapal). Di laut, dia nomor satu," sahut Widya dengan suara meninggi.Loh kok cuma kroco? Kan jelas-jelas ada 18 pejabat Pertamina? todong wartawan dengan suara tak kalah meninggi."Anda boleh menyalahkan Pertamina. Tapi harus clear. Jangan pukul rata. Saya bertanggung jawab terhadap Pertamina kalau ada apa-apa," ketus Widya.Jadi siap mundur? "Siap," sahut Widya dengan cepat.Penyelundup BBM kayaknya yang kurang cuma juru tulis dan juru bicara nih? Cibir wartawan yang masih penasaran.Mendengar itu Widya terdiam. Wajahnya memerah dan mulutnya terkatup rapat. Sejumlah direksi Pertamina yang mendampinginya juga menundukkan kepala.Widya sempat menetralisir suasana dengan memberikan penjelasan tentang kerja sama yang dilakukan Pertamina dengan Polri dan Bea Cukai. Setelah itu Widya pun bergegas pergi."Saya kira sudah," cetus Widya sambil pergi ngeloyor meninggalkan wartawan yang masih penasaran dengan nama 18 pejabat Pertamina penyelundup BBM. Padahal di awal jumpa pers, Widya berjanji akan meladeni semua pertanyaan wartawan, apa pun itu.Suasana jumpa pers yang sengit dan hiruk-pikuk ini sempat menarik perhatian sejumlah menteri yang hendak mengikuti rapat kabinet.Saat menaiki tangga ruang rapat kabinet yang melewati ruang jumpa pers, beberapa menteri menghentikan langkahnya di anak tangga untuk menonton suasana jumpa pers.Mereka antara lain Menko Kesra Alwi Shihab dan Menkominfo Sofyan Djalil. Cukup lama keduanya berhenti di anak tangga untuk menonton dan menguping. Begitu jumpa pers selesai, keduanya melanjutkan langkah sambil menggeleng-gelengkan kepala.PemecatanDi awal jumpa pers, Widya menuturkan sudah ada 30 pegawai Pertamina di seluruh Indonesia yang dipecat terkait kasus penyelundupan BBM."Untuk kasus di Cilacap sedang dalam proses, demikian juga di Semarang," kata Widya.Untuk kasus pencurian BBM melalui pipa bawah laut di Lawi-lawi Kalimantan Timur, papar Widya, sudah 7 orang yang dipecat.Mereka adalah Sumardiono (pengawas jaga Lawi-lawi), Abdul Fatah, Junaedi, Slamet Kamdani, Ratu Banua (operasi tangki), Silalahi (nakhoda kapal), dan Suparno (kepala kamar mesin).Dipecat juga 5 pegawai kontrak yang merupakan awak kapal, yaitu Kasman (juru mudi), Mulianto (juru masak), Alkalin (juru mudi), Musani (masinis), dan Abdullah (juru minyak).Jadi, tidak ada pejabatnya kan?
(sss/)











































