Prabowo: RI Jangan-jangan Bertahan 10 Tahun Sudah Setengah Mati

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 14 Jan 2019 20:04 WIB
Pidato Prabowo (Marlinda/detikcom)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto berbicara tentang kondisi bangsa dalam pidato kebangsaan 'Indonesia Menang'. Prabowo menyinggung soal optimisme dan pesimisme.

Prabowo berbicara tentang harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi, BUMN-BUMN yang tak lagi untung, bahkan berutang, rumah sakit yang tidak bisa dibayar, anak-anak yang gagal tumbuh, dan utang negara yang terus bertambah. Prabowo mengatakan kondisi negara yang seperti itu merupakan penghinaan bagi pendiri-pendiri bangsa.

"Negara yang sudah 73 tahun merdeka, kalau ada rakyat yang lapar, kalau ada rakyat yang gantung diri karena putus asa, ini adalah penghinaan kepada pendiri-pendiri kita. Ini adalah penghinaan kepada rakyat Indonesia," kata Prabowo di JCC Plenary Hall, Jakarta, Senin (14/1/2019). Sandiaga Uno berdiri di sampingnya.


Prabowo berbicara tentang tanggapan atas pidato-pidatonya selama ini, yang menyatakan harus optimistis, jangan pesimistis. Prabowo lalu berbicara tentang kondisi negara.

"Saudara-saudara sekalian, ada yang mengatakan jangan pesimis, harus optimis. Indonesia katanya akan bertahan 1.000 tahun lagi. Saudara-saudara, saya bertanya, apakah negara yang tidak mampu membayar rumah sakit, tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, tidak membela petani, nelayan, pekerja, tentaranya tidak kuat, bisa bertahan 1.000 tahun?" kata Prabowo.

"Jangan-jangan bertahan 10 tahun sudah setengah mati kita," imbuhnya.


Prabowo mengatakan cadangan bahan bakar negara hanya 20 hari, cadangan beras hanya 3 pekan. Mengutip Menhan, Prabowo mengatakan negara ini hanya bisa bertahan 3 hari jika dalam kondisi perang.

"Karena peluru hanya bertahan tiga hari. Bukan saya yang menyampaikan itu, tapi Menteri Pertahanan dari pemerintahan yang sekarang ini," ujar Prabowo




Tonton juga video 'Prabowo: 10 Tahun Indonesia Sudah Setengah Mati':

[Gambas:Video 20detik]

(tor/fjp)