Mahaguru Cimahi Rendam Jasad Bocah Selama 3 Bulan
Jumat, 09 Sep 2005 14:13 WIB
Bandung - Mahaguru ini punya hobi yang lain, yaitu mengurusi akuarium. Namun bukan akuarium pada lazimnya berisi ikan-ikan lucu. Tapi akuarium dengan isi jasad bocah yang telah mati. Sadis betul mahaguru ini.Kepolisian Batujajar, Cimahi, Jawa Barat, terus membongkar kasus penganiayaan yang mengakibatkan terbunuhnya seorang anak di wilayahnya itu. Anak tersebut meninggal dengan tragis. Selama tiga bulan lebih anak berusia 7,5 tahun itu diketahui meninggal dan direndam di dalam sebuah akuarium. Akuarium ini dijadikan media sebagai tempat makam anak tersebut.Di dalam akuarium tersebut juga dimasukkan beberapa kapur barus, dan ditutup dengan daun pisang. Selama 3 bulan mulai dari Juni hingga Agustus 2005, mayat tersebut direndam. Kapur barus dan daun pisang itu menyebabkan bau menyengat teredam.Selain bocah itu, diduga masih ada korban yang lainnya. Kepolisian Batujajar masih terus melacak keberadaan korban lainnya itu."Tersangkanya ulet. Dia suka dipanggil oleh kawannya dengan sebutan Mahaguru. Dia punya ritual lain," ungkap Kapolsek Batujajar AKP Susianti Rahmi saat dihubungi detikcom melalui telephone selulernya, Jum'at (9/9/2005) di Bandung.Susi menjelaskan, kasus ini terbongkar saat jajarannya mendapatkan laporan dari warga bahwa ada bau mayat di kampung Cibeber, Batujajar, Cimahi. Namun bau tersebut terkadang tercium, namun juga terkadang menghilang. Polisi Batujajari pada tanggal 31 Juli 2005 langsung melacak dan mencari asal mula bau mayat tersebut.Setelah dilacak akhirnya ditemukan asal muasal bau itu yaitu di sebuah rumah gubuk di Kampung Cibeber.BerobatMenurutnya, dari cerita keluarga korban, kondisi anak tersebut memang cacat. Anak ini bernama Bayina, menderita cacat tubuh dan tidak bisa berbicara. Sekitar Mei-Juni 2005, keluarga korban membawa anaknya untuk diobati oleh Mahaguru. Mahaguru dikenal oleh warga Kampung Cibeber memiliki keahlian untuk mengobati orang sakit. Namun, Mahaguru memiliki syarat. Jika Bayina dititipkan untuk diobati, pihak keluarga tidak diperkenankan untuk menjenguk selama beberapa hari. Menurut AKP Susianti, keluarga akan dikasih tahu jika anaknya sudah sembuh total dalam kurun waktu tertentu."Tersangka memberi anak tersebut dengan kelapa yang telah dibakar. Dia juga memberi makanan tradisional. Namun akhirinya nasib anak tersebut meninggal," ungkap Susi.Saat Bayina meninggal, Mahaguru langsung panik. Dan di saat itu, Mahaguru menjelaskan kepada pihak keluarga Bayina bahwa Bayina tengah dibawa ke Sukabumi. Keluarga korban percaya akan alasan yang diungkapkan oleh Mahaguru.Bayina yang berumur 7,5 tahun diduga meninggal pada bulan Juni 2005. Dan di saat itu, Mahaguru langsung merendam korban pada sebuah akuarium yang berada di belakang rumahnya.Ilmu Hitam"Saat ini tersangka dan pemilik rumah itu sudah kita tangkap. Kita juga telah minta keterangan saksi. Penyelidikan tengah dikembangkan. Kita juga tinggal menunggu hasil visum dari rumah sakit," ungkapnya.Saat ditemukan di tempat kejadian perkara, korban tidak membusuk. Namun seluruh badannya telah berwarna hitam legam. Saat ini korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga korban."Keluarganya kaget. Stres. Ini kasus unik," kata Susi.Mahaguru dikenai KUHP pasal 252 ayat 3 soal penganiayaan yang menyebabkan kematian. "Ada unsur penipuannya juga," tambah Susi.Menurutnya, kelompok ajaran Mahaguru tersebut memiliki anggota sebanyak 5 orang. kelima orang tersebut saat ini masih dijadikan saksi oleh Kepolisian Batujajar, Cimahi."Masak ada anak untuk diobati mesti mandi tengah malam dan terdengar menjerit-jerit. Di TKP juga kita temukan racikan-racikan tertentu. Ritual Mahaguru tidak wajar. Dia diduga punya ilmu hitam. Keterangan tersangka juga banyak yang tidak wajar," ungkap Susi.
(nrl/)











































