Istana Sangkal Imbau Kirimi SBY SMS Soal SKB 2 Menteri

Istana Sangkal Imbau Kirimi SBY SMS Soal SKB 2 Menteri

- detikNews
Jumat, 09 Sep 2005 13:07 WIB
Jakarta - Pihak Istana menyangkal mengeluarkan imbauan agar umat Kristiani mengirimkan SMS kepada Presiden SBY berisi permintaan agar SKB 2 Menteri soal tempat ibadah dicabut."(Imbauan) itu tidak benar," tegas Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng saat dikonfirmasi detikcom melalui telepon, Jumat (9/9/2005) pukul 11.00 WIB.Redaksi detikcom menerima sejumlah e-mail pembaca yang mengabarkan tentang SMS itu, antara lain dari pembaca bernama Penta. Berikut isi emailnya:"Saya pengguna Simpati, pagi ini saya menerima forward SMS dari seorang teman, yang isinya tentang Presiden SBY memberi kesempatan kepada umat Kristen dari tanggal 7 -17 September 2005 untuk mengirim SMS ke nomor 9949 yang isinya "KAMI MNT SKB 2 MENTRI TTG TMPT IBADAH DICABUT". Konon katanya kalau mencapai sedikitnya 3 juta pengirim, maka SKB itu akan dicabut. Benarkah? Karena ternyata kabar ini sudah beredar luas."Andi Mallarangeng mengaku juga telah menerima SMS sejenis pada Kamis kemarin. "Pada dasarnya siapa saja boleh mengirimkan SMS pada Bapak Presiden, termasuk soal kebijakan pemerintah," tegas pria berkumis ini."Namun itu semua tidak ada kaitannya dengan harus kirim sekian juta SMS. Misalnya harus 3 juta SMS --seperti bunyi SMS itu-- sebuah kebijakan akan dicabut. Tidak demikian. Jadi pada prinsipnya, bebas saja saja kirim SMS pada Bapak Presiden," tutur Andi.Seperti diberitakan, SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No 01/BER/mdn-mag/1969 yang mengatur soal pendirian tempat ibadah kembali dikilik-kilik setelah terjadi insiden penertiban rumah tinggal yang dialihfungsikan sebagai gereja di Bandung, Jawa Barat.Perkembangan terakhir, Menteri Agama menegaskan, SKB itu akan diperbaiki, namun tidak dicabut. (nrl/)


Berita Terkait