Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendy melalui Kasat Reskrim AKP Andika Rama di Tamiang Layang saat dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan, Senin, membenarkan kejadian tersebut.
"Iya betul. Ada anggota diserang dengan senjata," kata Andika Rama sebagaimana dilansir Antara, Senin (14/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun di kepolisian setempat, pada Minggu (13/1) malam sekitar pukul 21.30 WIB, anggota kepolisian setempat yang sedang piket menerima informasi dari masyarakat Tamiang Layang ada tiga orang pria yang sedang mabuk membuat keributan di sebuah warung kopi di Jalan serapat, Kelurahan Tamiang Layang.
Anggota polisi yang sedang piket langsung menginformasikan kepada dua anggota yang sedang bertugas langsung mendatangi lokasi. Setelah sampai di lokasi, petugas menemukan empat orang di sebuah warung kopi di jalan tersebut.
Tiga dari empat orang tersebut diduga sedang dalam pengaruh minuman beralkohol atau dalam kondisi mabuk. Karena dalam kondisi mabuk, anggota yang datang ternyata sudah dihadang salah satu pria dari tiga orang tersebut dan menghampiri anggota dengan membawa senjata tajam jenis sangkur dan badik tanpa memakai baju.
Belakangan diketahui bahwa lelaki itu berinisial LL dan menantang anggota untuk berkelahi.
Petugas pun mengeluarkan tembakan peringatan pertama ke udara dan meminta pelaku meletakkan senjata tajam sambil menyatakan identitas diri sebagai anggota polisi Resor Barito Timur.
Ternyata, pelaku tambah beringas hingga polisi mengeluarkan tembakan peringatan ke udara lagi sebanyak dua kali sambil meminta pelaku untuk tenang dan meletakkan senjata tajamnya.
Pelaku yang beringas terus mengejar dengan senjata tajam di tangan hingga salah satu anggota yang menghindar terjatuh. Anggota polisi yang terjatuh ingin diserang pelaku hingga berjarak sekitar 2 meter dan di saat itu salah satu anggota menembak ke arah kaki pelaku untuk dilumpuhkan sebanyak dua kali.
Setelah terkena tembakan, pelaku terjatuh dan diamankan serta langsung dibawa ke Rumah Sakit Tamiang Layang untuk mendapatkan tindakan medis.
Sesampainya di Rumah Sakit Tamiang Layang, pelaku dinyatakan meninggal dunia. Jenazah pelaku kini sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Harara, Kecamatan Dusun Timur.
(asp/rvk)











































