detikNews
Senin 14 Januari 2019, 12:01 WIB

3 Pekan Pasca-Tsunami Selat Sunda, Nelayan Belum Berani Melaut

Bahtiar Rifa'i - detikNews
3 Pekan Pasca-Tsunami Selat Sunda, Nelayan Belum Berani Melaut ilustrasi kapal nelayan (Foto: Pradita Utama)
Serang - Tiga pekan pasca tsunami Selat Sunda, nelayan di pesisir masih belum berani melaut. Selain perahu yang rusak, nelayan masih trauma letusan gunung Anak Krakatau.

"Kalau nelayan di sini artinya memang teman-teman belum berani total melaut," kata nelayan di Ujung Kulon Oji Paoji saat dihubungi detikcom, Pandeglang, Senin (14/1/2019).



Selain karena dampak tsunami, bulan Januari ini masih masuk musim angin barat. Nelayan, jarang sekali melaut apalagi ke laut lepas.

Tapi, katanya ada beberapa nelayan yang memberanikan diri melaut. Namun, mereka tidak terlalu jauh dan itu pun hanya memancing di perairan dangkal.

"Siang begini ada yang berani menjaring, tapi nggak jauh," ujarnya.



Ia menambahkan, mayoritas nelayan di Ujung Kulon terbagi ke nelayan bagang dan nelayan kapal fiber. Akibat tsunami, bagang dilaporkan banyak yang rusak. Sedangkan yang masih berfungsi kondisinya masih disandarkan di Pulau Handeuleum.

"Bagang juga masih banyak yang bersandar mereka masih berlindung di Handeulum," ujarnya.

Di samping itu, kapal yang biasa digunakan trip wisata juga belum beroperasi. Penyewa kapal juga masih belum berani membuka perjalanan wisata ke pulau-pulau di kawasan Ujung Kulon.

"Kapal wisata juga belum ada yang berani melaut," pungkasnya.
(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed