Dirut Pertamina Akan Beberkan Penyelundupan BBM
Jumat, 09 Sep 2005 11:02 WIB
Jakarta - Direksi Pertamina memenuhi panggilan Presiden SBY. Mereka kompak mengenakan baju batik. Dirut Pertamina Widya Purnama siap buka-bukaan mengenai penyelundupan BBM yang melibatkan 18 pejabat di lembaganya.Rombongan yang mengenakan kemeja batik beragam corak ini tiba di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2005) pukul 10.10 WIB.Turut hadir Wakil Dirut Mustiko Saleh, Direktur Hulu SM Hari Kusioro, Direktur Pengolahan Suroso, Direktur Pemasaran dan Niaga Ari H Soemarno, dan Direktur Umum dan Sumber Daya Mineral Suprijanto."Dipanggil dalam kaitan penyelundupan minyak. Saya menyiapkan data-datanya. Nanti setelah diterima Presiden, saya akan bicara lagi," kata Widya sambil meninggalkan kerumunan wartawan.Pertemuan yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB ini belum berlangsung. Presiden SBY belum tiba karena masih menghadiri puncak peringatan Hari Olahraga Nasional di Senayan. Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil Direktur Utama (Dirut) Pertamina Widya Purnama. SBY akan meminta pertanggungjawaban atas keterlibatan 18 pejabat Pertamina dalam penyelundupan BBM.Presiden SBY, Kamis (8/9/2005) kemarin mengaku sudah mengantongi nama 18 pejabat Pertamina yang terlibat penyelundupan. Akibat kejahatan itu, negara menderita kerugian Rp 3 triliun. Kabar yang berkembang Widya Purnama akan segera diganti karena dinilai tidak becus mengelola BBM. Dirjen Migas ESDM Iin Arifin Takhyan dipastikan akan menggantikan posisi Widya.
(aan/)











































