LBH-BUMN Ultimatum Ical untuk Mundur dalam Tempo 7 X 24 Jam
Jumat, 09 Sep 2005 09:13 WIB
Jakarta -
Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dinilai menjadi titik lemah dalam tim ekonomi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pengusaha yang biasa dipanggil Ical ini pun diultimatum untuk mundur dalam tempo tujuh kali duapuluh empat jam.Ultimatum akan dibacakan oleh Lembaga Bantuan Hukum Badan Usaha Milik Negara (LBH-BUMN) siang nanti pukul 14.00 WIB, Jumat (9/9/2005), di sekretariatnya di Jalan Kramat V Nomor 1, Jakarta Pusat.Menurut Direktur LBH-BUMN Habiburokhman, kesalahan tim ekonomi sudah sangat besar dan tidak tidak bisa ditoleransi lagi. "Sehingga tidak ada alternatif lain bagi Menko Perekonomian selain mundur," kata Habiburokhman kepada detikcom melalui telepon.Salah satu kesalahan fatal tim ekonomi, menurut Habiburokhman, adalah saat menyikapi tawaran memoratorium utang dari Paris Club pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh dan Nias. Tim ekononomi tidak memanfaatkan tawaran tersebut secara optimal."Tim ekonomi tidak berhasil memanfaatkan tawaran tersebut. Bahkan Ical tidak berangkat, yang berangkat Menlu. Jika peluang besar saja tidak bisa dimanfaatkan, bagaimana mengatasi persoalan-persoalan yang lebih besar," tukas Habiburokhman.Karena itu, lanjut Habiburokhman, Ical harus rela mundur demi menyelamatkan perekonomian. "Jika (Ical) tidak (mundur), kondisi bisa merembet ke krisis politik. Sebab jika harapan rakyat untuk adanya perbaikan ekonomi tidak terpenuhi, ini bisa menjadi persoalan politik, yakni hilangnya legitimasi SBY," ujar Habiburokhman.Tapi, cuma ultimatum? Habiburokhman menyatakan pihaknya siap melakukan upaya lanjutkan jika ultimatum ini diabaikan oleh Ical. "Kami siap menggelar aksi. Kami akan mobilisasi rekan-rekan daerah," demikian Habiburokhman.
(gtp/)










































