DetikNews
Minggu 13 Januari 2019, 16:50 WIB

Relawan KPS Tebar Spanduk Program-program Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Relawan KPS Tebar Spanduk Program-program Jokowi Foto: dok. Istimewa
Jakarta - Relawan Kopi Politik Syndicate (KPS), yang mengajukan program untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, juga menebar spanduk. Mereka menebar spanduk soal program-program Jokowi.

Spanduk-spanduk itu terlihat di sejumlah titik di Jakarta, Minggu (13/9/2019). Spanduk-spanduk itu di antaranya bertuliskan: 'Alhamdulillah Pak Jokowi Pulang Kampung Jadi Lancar', 'Yuk Kita Ngaji Setelah Salat Magrib'.


Spanduk-spanduk itu di antaranya terlihat di JPO wilayah Rawasari dan Pulomas, Cempaka Putih, Salemba, dan sebagian jalan Matraman. Ada juga spanduk di sebagian wilayah Jaksel.

Relawan KPS Tebar Spanduk Program-program JokowiFoto: dok. Istimewa

Sebelumnya, KPS menyiapkan program gaji untuk petani dan nafkah buat janda. Nafkah untuk janda ini, menurut KPS, penting karena tugas perempuan mendidik anak-anak, yang merupakan masa depan bangsa.

"Terutama janda yang tidak mampu, ini adalah bentuk penghargaan pada para ibu dan diatur di agama Islam, untuk memperhatikan janda, anak yatim, dan kaum miskin," kata Direktur Eksekutif KPS Indra Budiman kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).


Relawan KPS Tebar Spanduk Program-program JokowiFoto: dok. Istimewa

Usulan program tersebut, terutama poin menafkahi janda, justru menuai pro dan kontra. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan usulan program itu hanya akan jadi omong kosong belaka.

"Gagasan-gagasan kayak gini kan biasanya realisasinya kosong, banyak juga janji-janji kayak di 2014 itu kan janji-janji kosong. Mau beli Indosat, mau tidak akan menaikkan harga BBM, itu kan tidak proven ya," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/1).

Senada dengan Gerindra, PKS juga tak sepakat dengan usulan program menafkahi janda. PKS menyarankan Jokowi menuntaskan janji kampanye 2014 yang belum dipenuhi.

"Jokowi sebaiknya nggak usah buat janji macam-macam dulu, penuhi janji yang sudah ada aja dulu," kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin.
(tor/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed